Connect with us

Pangandaran

Soft Opening Aquarium PIAMARI di Pangandaran Ditunda

Dipublikasikan

pada

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Pembukaan di Pangandaran Integrated Aquarium and Marine Research Institute (PIAMARI) di Pangandaran ditunda. Padahal sebelumnya akan melakukan soft opening pada pertengah Desember 2020.

Kepala Koordinator Piamari Agus menjelaskan, berdasarkan intruksi dari pimpinannya, penundaan peresmian dan pembukaan aquarium Piamari karena alasan Covid-19 yang trend kasus kejadiannya terus meningkat.

“Jadi kita berupaya untuk tidak menciptakan kerumunan selama libur panjang di Desember 2020 ini sesuai dengan anjuran pemerintah,” ujar Agus, Selasa, 22 Desember 2020.

BACA JUGA: Ternyata Akuarium Terbesar di Dunia Ada di Pangandaran, Ini Penampakkannya

Agus pun belum memastikan kapan akuarium raksasa Piamari yang berlokasi di kawasan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Cikidang, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran ini, bisa diresmikan.

Sebelumnya Agus mengatakan, bahwa akuarium raksasa Piamari direncanakan akan diresmikan pada pertengahan di bulan Desember 2020 ini.

BACA JUGA : Akuarium Raksasa ‘PIAMARI’ di Pangandaran Dibuka Pertengahan Desember 2020

Informasi yang dihimpun dari beberapa agen perjalanan wisata, banyak calon wisatawan yang mempertanyakan kapan dibukanya akuarium raksasa Piamari tersebut.

Bahkan sampai ada calon pengunjung yang sejak jauh hari hendak membooking dalam paket wisatanya ke sejumlah obyek wisata di Pangandaran termasuk paket wisata ke Piamari.***

Advertisement
Comments

Pangandaran

Cegah Pandemi Covid-19, Pemkab Pangandaran Berlakukan Pengetatan Wilayah 

Dipublikasikan

pada

Oleh

PARIGI – Pemerintah Kabupaten Pangandaran menggelar Rapat koordinasi tentang sosialisasi ketentuan pengetatan wilayah di Kabupaten Pangandaran di Aula Setda Pangandaran, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jumat (15/01/2021).

Sosialisasi tersebut dipimpin langsung Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata didampingi Wakil Bupati Pangandaran H. Adang Hadari.

Selain itu, turut hadir Sekda Kabupaten Pangandaran Drs. H. Kusdiana, M.M., Asda I Drs. Rida Nirwana, Asda III Drs. H. Suheryana, M.M., Kadis Kesehatan drg. Yani Ahmad Marzuki, Kadisparbud Untung Saeful Rokhman, S.Sos., M.Si., Sekdis Pora Agus Nurdin, Camat Parigi, Kapolsek dan Danramil se- Kabupaten Pangandaran, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Pangandaran, serta Ketua MUI se-Kabupaten Pangandaran.

Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai dasar instansi terkait dan para tokoh masyarakat dalam rangka menyampaikan informasi mengenai pengetatan wilayah di Kabupaten Pangandaran.

Ketentuan ini diberlakukan sebagai upaya bersama mencegah dan meminimalisir penyebaran Covid-19 yang saat ini kasusnya terus meningkat.

“Semoga pengetatan ini dapat meminimalisir penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Pangandaran dan membantu pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran virus Corona,” kata bupati.

Adapun hasil dari sosialisasi pengetatan, Bupati menuturkan, ada delapan poin yang akan disampaikan kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Pangandaran. Poin-poin tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama unsur dan instansi terkait pencegahan Covid-19.

“Kegiatan pengajian akbar lebih diperketat, aktifitas wisata maksimal sampai pukul 22.00 WIB, hajatan hanya sampai pukul 17.00 WIB dengan catatan tidak ada kasus terkonfirmasi positif lebih dari 10, toko modern dibatasi waktunya, ditiadakan kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa, pembatasan jam serta kapasitas pengunjung warung dan cafe, pemberian sanksi kepada warga tidak menggunakan masker, dan sekolah pembelajaran jarak jauh,” tuturnya.

Sementara, Kapolres Ciamis AKBP Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Pangandaran Kompol Suyadi, SH., M.M., mengatakan, pihaknya akan siap bersinergi dengan TNI dan Pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Setiap anggota Polsek jajaran Polres Ciamis di wilayah Kabupaten Pangandaran siap sedia melakukan penegakan disiplin kebijakan yang dikeluarkan oleh Bupati dan Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

“Kami siap bersinergi membantu Pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 khususnya di wilayah hukum Polres Ciamis salah satunya di Kabupaten Pangandaran,” ungkap Kompol Suyadi.

Sebagai informasi, pelaksanaan sosialisasi ditengah masa pandemi Covid-19 tetap mempedomani protokol kesehatan.

Setiap orang yang hadir diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan sebelum memasuki ruangan dan dilakukan pengecekan suhu tubuh. Itu semua dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19. (Iwan/SP)

Lanjutkan membaca

Pangandaran

Kasus Corona di Pangandaran Meningkat, Operasional Tempat Hiburan Malam Dibatasi

Dipublikasikan

pada

PARIGI – Pemerintah Kabupaten Pangandaran menetapkan aturan jam operasional bagi tempat hiburan malam di kawasan wisata Pantai Pangandaran, maksimal sampai jam 21.00 WIB.

Tak main-main, jika membandel Pemkab Pangandaran akan membubarkan dan mencabut izin usahanya.

Selama ini kegiatan hiburan malam seperti bar, karaoke dan cafe di kawasan pantai Pangandaran beroperasi seperti biasa.

Setiap akhir pekan, selalu ramai pengunjung dan terjadi kerumunan terutama di bar. Tempat hiburan karaoke juga masih beroperasi setiap malam.

Suasana malam di kawasan wisata pantai Pangandaran seperti tidak sedang dalam kondisi pandemi Corona.

Kalau pun ada yang beda, hanya keberadaan fasilitas cuci tangan dan spanduk imbauan untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Untuk aktifitas hiburan malam di kawasan wisata sampai jam 9 malam,” kata Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, usai rapat koordinasi di aula kantor Pemkab Pangandaran, Jumat (15/1/2021) siang tadi.

Dia juga menegaskan akan mengambil langkah tegas jika para pelaku usaha hiburan malam membandel. “Jika melanggar akan kita bubarkan lalu kita cabut izinnya,” kata Jeje.

Jeje mengatakan langkah ini karena Kabupaten Pangandaran saat ini sedang menjalankan statusnya sebagai daerah yang melaksanakan adaptasi kebiasaan baru (AKB).

“Di Jawa Barat itu ada 20 daerah yang PSBB atau PPKM. Sedangkan Pangandaran berstatus AKB. Tapi kami ingin terus mendisiplinkan masyarakat,” kata Jeje.

Jeje mengingatkan bahwa belakangan tren kasus COVID-19 terus mengalami peningkatan. Kondisi ini menuntut Pemkab Pangandaran untuk bersikap lebih tegas terhadap upaya-upaya kepatuhan terhadap protokol kesehatan. (Iwan/SP)

Lanjutkan membaca

Pangandaran

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Padaherang dan Kalipucang

Dipublikasikan

pada

Oleh

KALIPUCANG – Hujan deras yang mengguyur beberapa Wilayah di Kabupaten Pangandaran menyebabkan ratusan rumah di Kecamatan Kalipucang dan Padaherang terendam banjir.

Di Kecamatan Kalipucang banjir terjadi di Desa Tunggilis dan menyebabkan ratusan rumah terdampak.

Genangan banjir tersebut berasal dari Sungai Caitanduy dan Cimentek Sirungtawang yang meluap sejak Rabu (13/1) malam. Sebanyak tiga dusun di dekat aliran sungaipun terdampak.

Kepala urusan Kesra Desa Tunggilis Kisna mengatakan ketinggian air akibat luapan sungai Citanduy mencapai 50 hingga 60 centi meter.”Yang kena itu dusun Sukamaju, Kedungpalungpung dan Cintamaju,” katanya, Kamis (14/1/2021).

Menurutnya total ada 300 rumah atau KK yang terkena dampak banjir kali ini.”Beberapa warga masih bertahan di rumahanya, dan sudah membersihkan rumahnya dari lumpur yang terbawa air,”ucapnya.

Selain di Kecamatan Kalipucang, banjir dengan ketinggian air selutut orang dewasa juga terjadi di Desa Sukanagara dan Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang.

Puluhan warga di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang mengungsi dan menyelematkan barang-barang berharga miliknya.

Warga mengungsi lantaran rumah mereka terendam banjir akibat meluapnya air sungai Cintaduy yang disebabkan air kiriman dari hulu sungai yang terus meninggi hingga tidak kuat menampung debit air.

Kepala Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang Imang Wardiman mengatakan, banjir yang merendam rumah warga itu disebabkan air sungai Citanduy meluap.

“Rumah warga yang terendam banjir itu berada di tiga RT dengan ketinggian air mulai dari 60 hingga satu meter,” ujarnya.

Kata dia, total rumah warga yang terendam banjir tersebut mencapai 125 KK dan yang paling banyak di Rt 03 jumlah rumah yang terendam banjir sebanyak 70 rumah.

“Untuk di lingkungan Rt 02 jumlah rumah yang terendam mencapai 40 KK dan di Rt 04 mencanpai 25 KK,” tuturnya. (Anggita/SP)

Lanjutkan membaca

Pangandaran

Puluhan Rumah di Padaherang Terendam Banjir 

Dipublikasikan

pada

Oleh

PADAHERANG -Air sungai Citanduy meluap. Akibatnya puluhun rumah milik warga Dusun Sukasari RT 35 RW 09 Desa Sukanegara, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran terendam.

Sebagian warga terpaksa harus mengungsi ke dataran yang lebih tinggi (tanggul) dengan menggunakan perahu milik salah satu warga, Kamis (14/1/2021)

Air Sungai Citanduy meluap sekitar pukul 02.00 wib dini hari, saat warga sedang tertidur pulas dan mulai merendam rumah warga pukul 7:30 wib tadi pagi.

Ketinggian air bervariasi mulai dari 100 cm sampai setinggi kaki orang dewasa, dan merendam sekitar 25 rumah milik warga.

Selain itu, banjir tersebut juga mengganggu aktivitas warga setempat.

Derasnya hujan yang mengguyur Jawa barat, menyebabkan sungai Citanduy meluap, karena tidak mampu lagi menampung debit air kiriman dari hulu sungai.

Seorang warga Takim (70) menyampaikan, sebagian barang dievakuasi namun ada juga yang terhanyut karena air sungai dengan cepat membesar.

“Luapan banjir dari sungai Citanduy ini menjadi rutinitas tahunan,” katanya.

Takim berharap ada tindakan khusus dari pihak pemerintah terkait agar ke depan banjir tidak lagi terjadi.

Sementara itu, anggota Tagana Pangandaran Ahmad Nasikin (43) mengatakan, air sungai Citanduy meluap mulai pukul 2.00 WIB, dan merendam rumah warga sekitar pukul 03:00 WIB.

“Sebagian warga sudah dievakuasi dan barang berharga dievakuasi ke dataran tinggi (tanggul – red), sisanya belum. Kita akan lakukan secara bertahap,” katanya.

Menurut Ahmad, kemungkinan warga dievakuasi jika banjir sudah surut, dan sudah tidak terlihat lagi tanda-tanda banjir.

“Karena dari pantauan air terus bertambah, karena di pintu atau bendungan Manganti Lakbok Ciamis sudah tidak bisa menampung debit air, makanya tumpah ke sini” ungkapnya.

Dalam evakuasi, warga dibantu pemerintah desa setempat, unsur Tagana Pangandaran, dan juga unsur organisasi Pemuda Pancasila Pangandaran. (Eris Riswana/SP)

Lanjutkan membaca

Pangandaran

Lakalantas di Pangandaran, Dua Pengendara Sepeda Motor Terluka

Dipublikasikan

pada

PANGANDARAN – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Pangandaran. Dua sepeda motor bertabrakan di Jalan Raya Banjar-Pangandaran, tepatnya di Dusun Karanggedang, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, sekitar pukul 12.30 WIB, Rabu (13/1/2021) siang tadi.

Akibat peristiwa tersebut dua pengendara sepeda motor terluka parah dan dilarikan ke RSUD Pandega Pangandaran.

Korban diketahui bernama Irwan Nurdiansyah (32)
warga Dusun Kertajaya RT 04 RW 02 Desa Sukajaya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis dan Topik Mulyono (57) warga Dusun Bojongsari RT 2 RW 1 Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran.

Anggota Unit Lalulintas Polsek Pangandaran Brigadir Feri Ridwan mengatakan, berdasarkan keterangan saksi mata, kecelakaan ini bermula saat sepeda motor Honda Beat bernomor Polisi Z 6494 YQ, yang dikendarai Irwan Nurdiansyah, melaju dari arah Pangandaran menuju arah Kalipucang.

“Sesampainya di tempat kejadian, bertabrakan dengan sepeda motor Suzuki Spin bernomor Polisi Z 4967 TA, yang dikendarai Topik Mulyono, yang keluar dari gang sebelah kanan masuk ke jalan raya,” terang Feri.

Atas kejadian tersebut, lanjut Dia, pengendara Topik Mulyono mengalami luka benturan di kepala bagian belakang. Sedangkan Irwan Nurdiansyah mengalami benturan di bagian dada.

“Akibat luka yang dialami, keduanya di evakuasi ke RSUD Pandega Pangandaran untuk mendapatkan penanganan medis,” terang Feri. (Iwan Mulyadi/SP)

Lanjutkan membaca

Populer