Connect with us

BERITA

Ternyata Akuarium Terbesar di Dunia Ada di Pangandaran, Ini Penampakkannya

Published

on

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Selama ini akuarium terbesar di dunia dikenal berada di Portugal dengan panjang terowongan 40 meter. Sekarang tidak lagi. Karena Indonesia, tepatnya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, berhasil membangun tiga (3) aquarium, yang salah satunya merupakan akuarium terowongan sepanjang 47,895 dengan tinggi 3 meter dan lebar 3 meter.

Kepala Pusat Riset Kelautan KKP, Riyanto Basuki, mengatakan, selain akuarium terowongan, ada dua lagi, yakni aquarium teater dengan tinggi 4,2 meter, lebar 10 meter dan panjang 32,58 meter serta akuarium Sekolah dengan tinggi 7 meter dan diameter 5 meter.

Integrated Aquarium and Marine Research Institut (PIAMARI) di Pangandaran

Ketiga akuarium raksasa tersebut, imbuhnya, teritegrasi satu sama lain dengan nama PIAMARI singkatan dari Pangandaran Integrated Aquarium and Marine Research Institut.

Integrated Aquarium and Marine Research Institut (PIAMARI) di Pangandaran

Akuarium Raksasa itu, lanjutnya, pembangunannya sudah rampung 100 persen dan rencananya akan mulai beroperasi pada bulan maret 2020 mendatang.

Integrated Aquarium and Marine Research Institut (PIAMARI) di Pangandaran

Sementara saat ini sedang dalam proses pematangan dari kebocoran sebelum nantinya bisa dibuka untuk umum.

“Disini, (PIAMARI) terdapat 3 buah Aquarium dengan berukuran sangat besar, yakni :
1. Akuarium Teater
Dengan tinggi 4,2 meter, lebar 10 meter dan panjang 32,58 meter.
2. Akuarium Sekolah
Dengan tinggi 7 meter dan diameter 5 meter.
3. Akuarium Terowongan
Dengan tinggi 3 meter, lebar 3 meter, dan panjangnya mencapai 47,895 meter.

Akuarium terowongan yang panjangnya 47,895 meter ini merupakan yang terbesar dan terpanjang di dunia. Sebab, saat ini baru ada di Portugal yang panjangnya hanya 40 meter”, ungkap Riyanto.

Menurutnya, proses pengerjaan akuarium tersebut membutuhkan proses yang cukup lama. Karena harus melakukan beberapa tes. Seperti tes kebocoran, tes goncangan terhadap gempa, dan masih banyak tes yang lainnya.

Riyanto berharap semuanya bisa berjalan dengan lancar dan bisa dioperasikan sesuai dengan target yang telah ditentukan, sehingga nantinya bisa menjadi khasanah baru wisata Pangandaran dan kian menarik para wisatawan untuk berkunjung ke Pangandaran.

Advertisement
Comments

BERITA

Aksi Jeje Wiradinata Bersihkan Material Longsor Tuai Simpati

Published

on

By

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Video Calon Bupati nomor urut 1 Jeje Wiradinata saat datang ke lokasi bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Desa Pasirgeulis, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran pada Selasa, (27/10/2020) siang, menjadi perhatian publik.

Bersama relawan bencana dan kemanusiaan, Jeje Wiradinata ikut membantu membersihkan sisa material banjir bandang dan tanah longsor yang menutupi permukaan halaman rumah warga bahkan menutup jalan lingkungan.

Bupati Pangandaran yang sedang dalam masa cuti ikut berbaur dengan masyarakat tanpa batas membersihkan sisa material bencana.

Seperti diketahui, pada Selasa, (27/10/2020) merupakan agenda kampanye Calon Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran pasangan Nomor Urut 1 yaitu Jeje Wiradinata dan Ujang Endin Indrawan (JUARA).

Namun Jeje lebih memilih datang ke lokasi bencana dan ikut pembersihan sisa bencana serta menunda agenda kampanye yang telah terjadwalkan.

“Membantu masyarakat yang tertimpa musibah sudah menjadi prinsip saya, meski sudah ada agenda kampanye, karena kampanye bisa dijadwalkan ulang,” kata Jeje Wiradinata.

Jeje Wiradinata terlihat lihai mencangkul lumpur menggunakan cangkul bahkan ikut mendorong roda penampung lumpur dan membuang sisa material longsoran tanah dampak dari banjir bandang yang terjadi.

Beberapa acount media sosial milik nitizen warga Pangandaran pun memposting adegan itu dan direspon positif.

Bahkan adegan dalam video tersebut menjadi daya tarik sejumlah warga yang akan menjadi pemilih pada Pilkada Pangandaran yang akan di gelar Rabu, 9 Desember 2020 mendatang.***

Continue Reading

BERITA

Bansos Provinsi Jabar di Pangandaran Mulai Didistribusikan Untuk 2.835 KK

Published

on

By

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Pjs Bupati Pangandaran Dani Ramdhan me-launching bantuan sosial tahap tiga bagi terdampak Covid-19 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Rabu, 28 Oktober 2020.

Launching bantuan sosial yang digelar di Kantor Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, itu juga dihadiri oleh Sekda Kusdiana, Asisten III Suheryana, Kadis Perdagangan, Koperasi dan UMKM Tedi Garnida, Kadis Sosial, PMD Wawan Kustaman, Ketua DPRD Kab Pangandaran Asep Noordin dan Perwakilan dari PT Pos Indonesia.

Pjs Bupati Pangandaran Dani Ramdhan mengatakan, bantuan sosial ini berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk tahap ketiga bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Mudah-mudah dalam dua minggu ini bantuan sudah tersalurkan semuanya ke masyarakat yang diusulkan pemerintah daerah,” ujar Dani.

Kata Dani, bantuan sosial tahap ketiga ini berbeda dengan bantuan sosial pada tahap kesatu dan kedua dari nilai atau besarannya.

“Kalo dulu nilainya Rp500.000 per KK yang terdiri Rp350.000 non tunai berupa sembako dan Rp150.000 tunai. Kalau yang sekarang Rp250.000 yang non tunai dan Rp100.000 yang tunainya,” kata Dani.

“Kemasannya dulu dari kardus, sekarang pakai kantong. Serba guna bisa digunakan terus menerus, tidak sekali buang,” sambungnya.

Dani menjelaskan, bantuan sosial terdampak Covid-19 tahap ketiga ini didistribusikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

“Kalo untuk se Jawa Barat jumlah penerima nya ada 1,9 juta KK, tapi kalo untuk di Kab Pangandaran ada 2.835 KK,” ujar Dani.

Dani juga menyampaikan pesan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah provinsi dan menegkapi bantuan-bantuan sosial lainnya, mulai dari bantuan Presiden, bantuan dari Kementerian Sosial, PKH dan seterusnya juga ada bantuan dari bupati dan walikota masing-masing dan juga dari Dana Desa.

“Nah provinsi hanya melengkapi yang sekarang sudah masuk tahap ketiga, tujuannya untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19,” ujarnya.

Karena dengan adanya Pandemi Covid-19 ini menurut Dani, ada yang kehilangan mata pencaharian, PHK, usaha sudah tidak berjalan lagi.

“Memang bantuan tahap ketiga ini nilainya berkurang dengan dua pertimbangan, yaitu karena dana pemerintah semakin terbatas yang kedua bahwa aktivitas ekonomi masyarakat juga sudah mulai berjalan. Jadi sudah ada yang bekerja lagi dan mendapatkan penghasilan. Mudah-mudah pembangunan bisa berjalan masyarakat juga yang terdampak Covid-19 bisa tertolong,” ujarnya.***

Continue Reading

BERITA

Gas Melon 3 Kg Langka di Pasaran, Pemkab Pangandaran Turun Tangan

Published

on

By

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Saat ini terjadi kelangkaan gas LPG 3 Kg bersubsidi di masyarakat, termasuk di Kabupaten Pangandaran.

Menyikapi kondisi ini Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran melalui OPD terkait Dinas Perdakop dan UMKM, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial dan PMD, Dinas Pertanian, Dinas KPKP dan Kecamatan berikut perwakilan Desa dengan Pertamina dan Hiswana Migas serta perwakilan agen distributor telah melakukan Rapat Koordinasi, Selasa (27/10/2020).

Pjs Bupati Pangandaran Dani Ramdan mengatakan, dari hasil rapat koordinasi diketahui kelangkaan tersebut disebabkan adanya penambahan kebutuhan yang meningkat akibat mobilitas penduduk yang pulang kampung terkait dampak
Pandemi Covid 19.

Untuk itu, kata Dani, Pemerintah Daerah bersama Pertamina dan Hiswana Migas, telah melakukan Operasi Pasar (OP) Mandiri dari tanggal 27-28 Oktober 2020 di setiap pangkalan dengan jumlah 3.500 tabung rata-rata per hari diluar pendistribusian reguler sebanyak rata-rata 7.000 tabung/hari) dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai Keputusan Bupati Nomer 510.23/Kpts. 224-Huk/2017.

Kemudian, tambahnya, pemerintah akan melaksanakan Operasi Pasar (OP) di setiap Kecamatan secara serentak pada hari Kamis tanggal 29 Oktober 2020 sebanyak kurang lebih 5.000 tabung dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai Keputusan Bupati Nomer 510.23/Kpts. 224-Huk/2017.

Selanjutnya pemkab akan mendata penggunaan LPG 3 Kg kategori rumah tangga miskin oleh Dinas Sosial dan PMD yang akan didampingi oleh pihak Kecamatan dan Desa.

“Pemda juga akan membuat kartu penerima pengguna LPG 3 Kg bersubsidi,” ungkap Dani.

Pemerintah, juga akan melakukan mekanisme pengawasan dan pelaporan dari tingkat Desa, Kecamatan sampai dengan tingkat Kabupaten.

“Pihak agen distributor juga akan melakukan pengawasan terhadap pangkalan
terkait distribusi penjualan LPG 3 Kg bersubsidi,” terang Dani.***

Continue Reading

BERITA

Pandemi Covid-19, Peringatan Milangkala ke 8 Pangandaran Digelar Sederhana

Published

on

By

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Milangkala Kabupaten Pangandaran yang ke-8  sangat berbeda dibanding tahun sebelumnya, karena pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin mengatakan Milangkala Kabupaten Pangandaran tidak semeriah tahun lalu.

“Pertama kalinya kita dìhadapkan dengan situasi pandemi Covid-19. Maka acara paripurna dan upacara Hari Jadi Pangandaran tahun harus mematuhi protokol kesehatan. Kita juga harus memberikan contoh kepada masyarakat, terkait pentingnya penerapan protokol kesehatan,” ucapnya, Jumat (23/10).

Lanjut dia, di ulang tahun yang ke-8 dalam kepemimpinan Jeje Wiradinata dan Adang Hadari yang saat ini sedang cuti Pilkada, tentu sudah dapat dirasakan manfaatnya.

“Banyak prestasi yang sudah diraih oleh Kabupaten Pangandaran,” ujarnya.

Menurut dia, prestasi-prestasi yang didapat Pangandaran akan terus menjadi acuan dan motivasi untuk ke depannya.

Kata dia, beberapa hal yang harus diperkuat adalah terkait penguatan ekonomi masyarakat. “Kemudian membuka potensi-potensi lain yang masih sangat besar,” ujarnya.

Kata dia, potensi Kabupaten Pangandaran masih sangat terbuka lebar untuk dikembangkan. “Mungkin baru 50 persen saja, karena sebanyak 50 persen lagi masih menunggu untuk di-eksplor,” jelasnya

Dia pun meyakini dengan bergotong royong dan kebersamaan, apa yang dicita-citakan bisa tercapai.

“Kita optimis, dengan kebersamaan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Pangandaran akan lebih hebat dan lebih maju lagi,” ucap Asep.***

Continue Reading

BERITA

Gas Melon Langka di Pasaran, Ketua DPRD Pangandaran Angkat Bicara

Published

on

By

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Sejak satu pekan ini warga di Kabupaten Pangandaran mengeluhkan kelangkaan gas jenis melon atau gas bersubsidi 3 kg.

Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin pun pemerintah cepat tanggap dan turun tangan.

“Harus diinventarisasi siapa sih pengguna gas 3 kg itu. Karena sesuai ketentuan, yang berhak menggunakan gas melon 3 kg adalah warga miskin,” ujar Asep Noordin, Senin, 26 Oktober 2020.

Kata Asep, dirinya sudah mengintruksikan Komisi II Bidang Ekonomi DPRD untuk melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk mengatasi kelangkaan gas melon.

“Soalnya sudah banyak masyarakat yang teriak karena kelangkaan gas melon,” ujarnya.

Salah satu masyarakat Pangandaran Syamsul mengatakan, yang terdampak dan merasakan kelangkaan gas LPG 3 kg justru masyarakat mampu.

“Kejadian ini perlu ada kajian, setiap terjadi kelangkaan yang mengeluh masyarakat mampu yang notabene pengguna media sosial facebook,” kata dia.

Sementara masyarakat miskin yang lebih berhak jarang mengeluh, kejadian ini perlu ditelusuri apakah karena masyarakat miskin masih menggunakan kayu bakar atau memang tidak memiliki media sosial facebook.

“Bisa saja mungkin kurang sosialisasi regulasi penggunaan gas LPG 3 Kilogram yang seharusnya digunakan oleh masyarakat miskin,” terangnya.

Kejadian kelangkaan gas LPG 3 Kilogram di Pangandaran termasuk persoalan klasik yang hingga saat ini belum terpecahkan.

Bahkan, lanjut Dia, dengan sendirinya setelah terjadi kelangkaan gas LPG 3 Kilogram tersebut tidak lama dari itu kembali stabil seperti biasa.

Sementara Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Pangandaran Dadan Sugistha mengaku sudah menggelar rapat virtual dengan Tim Penanganan Inplasi Daerah (TPID) Priangan Timur.

“Hasil rapat virtual diantaranya, Pemerintah Daerah dalam mengahadapi hari besar nasional agar menginventarisir ketersedian dan harga gas LPG 3 Kilogram,” kata Dadan.

Dadan menerangkan, untuk harga gas LPG 3 Kilogram di Kabupaten Pangandaran dituangkan dalam Keputusan Bupati Nomor 510.23/Ktps.224-Hub/2017 tentang HET Gas LPG.

“Harga gas LPG 3 Kilogram di Pangandaranberdasarkan zonasi, setiap zonasi berbeda harga ada yang Rp17.400 dan Rp.16.900,” kata Dadan.***

Continue Reading

Populer