Wacana Duet Airlangga-Zulhas Dinilai Sulit Terealisasi

MerahPutih.com – Partai Amanat Nasional (PAN) membuka kesempatan bermitra dengan Presiden Jenderal Golkar Airlangga Hartarto dengan Ketua PAN Zulkifli Hasan alias Zulhas sebagai pasangan capres dan cawapres di Pilpres 2024.
Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai pidato duet Airlangga dan Zulhas akan sulit tercapai. Menurut dia, PAN akan tetap mencalonkan Menteri BUMN Erick Thohir sebagai calon wakil presiden.
Baca juga
Mengukur Peluang Poros Keempat Airlangga-Cak Imin di Pilpres 2024
Ujang menilai mendukung Erick Thohir sebagai cawapres merupakan pilihan logis bagi PAN. Itu karena tingkat kelayakan Zulhas sangat lemah.
“PAN tetap Erick Thohir. Dua PAN itu juga rasional, Zulhas juga tidak ada eligibilitas. Apa masalahnya jika elektabilitas tidak ada secara politik,” ujar Ujang saat dihubungi, Selasa (7/11).
Namun, kiprah Erick Thohir di pemilu 2024 juga bergantung pada soliditas Golkar dan PAN di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Jika dua parpol (parpol) terpecah, kemungkinan besar pencalonan Erick juga akan dibatalkan.
“Meski KIB pecah, PPP masuk Ganjar, tapi Golkar dan PAN masih ada, kalau masih solid. Kalau Poros (KIB) tidak jadi, berarti Erick Thohir bukan caleg, logikanya begitu,” ujar Ujang.
Baca juga
PAN ingin menjodohkan Airlangga Hartarto dengan Zulkifli Hasan
Ujang juga mengatakan, pidato kongsi Airlangga dengan Zulha merupakan bentuk manuver politik elit PAN dan PKB. Mereka sudah paham bagaimana merumuskan strategi politik untuk memilih mitra koalisi.
“Semua elite akan bermanuver sesuai dengan kalkulus kepentingannya terkait strategi. Mereka dari awal paham bagaimana koalisi akan dibangun,” ujar Ujang.
Di sisi lain, jika Erick Thohir disandingkan sebagai cawapres Prabowo Subianto, kata Ujang, Partai Gerinda dan PAN juga tidak akan memiliki Presidential Threshold 20 persen. Sehingga kedua parpol tersebut membutuhkan penambahan satu partai lagi untuk mencapai ambang batas pencalonan presiden.
“PAN dan Gerindra kurang dari beberapa persen, jadi 19,41 persen kursi DPR, jadi kurang dari 20 persen,” ujarnya.
Ujang menyebut Erick diuntungkan menjadi calon wakil presiden 2024 karena mendapat dukungan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ini akan menjadi modal berharga bagi Erick untuk berpartisipasi dalam perselisihan politik.
“Kelebihan Erick Thohir adalah didukung oleh PBNU. Karena Sekjen PBNU Saifullah Yusuf sudah lama mengatakan bahwa PBNU mendukung Erick Thohir menjadi cawapres,” pungkas Ujang. (Lb)
Baca juga
Bantah akan ada Munaslab, Ketua DPP Golkar: Tetap solid dengan Airlangga



