JAKARTA, SPC — Produsen ponsel pintar asal China, Vivo, dilaporkan tengah mempersiapkan lini unggulan (flagship) terbaru sebagai penerus seri X300. Menariknya, perusahaan disinyalir akan melompati urutan penamaan konvensional dan langsung memperkenalkan seri X500 guna menghindari stigma angka tertentu yang dianggap kurang menguntungkan dalam budaya lokal.

​Kabar mengenai kehadiran seri X500 ini diperkuat oleh informasi dari pembocor industri teknologi ternama, Digital Chat Station (DCS). Melalui unggahan di platform Weibo yang dikutip dari GSM Arena, Sabtu (25/4/2026), Vivo nampaknya ingin memberikan diferensiasi yang lebih tegas pada aspek ergonomi dan pengalaman visual pengguna.

​Langkah melompati angka 4 (tetraphobia) dalam penamaan produk bukanlah hal baru di industri teknologi Tiongkok. Angka tersebut kerap dihindari karena pelafalannya yang menyerupai kata “mati” dalam bahasa Mandarin. Strategi ini diambil untuk menjaga sentimen positif konsumen di pasar domestik maupun regional.

Diferensiasi Ukuran Layar

​Bocoran spesifikasi menunjukkan bahwa Vivo berupaya menjawab kerinduan pasar terhadap ponsel premium dengan dimensi yang lebih praktis. Salah satu model dalam seri X500 dikabarkan akan menggunakan layar OLED LTPO datar berukuran 6,37 inci dengan resolusi 1,5K.

​”Tren ponsel dengan layar luas memang dominan, namun segmen pengguna yang menginginkan ponsel flagship ringkas namun tetap bertenaga kini kembali tumbuh,” tulis laporan tersebut.

​Selain varian ringkas, Vivo tetap menyiapkan varian yang lebih besar dengan panel OLED LTPO 6,83 inci beresolusi 2K, yang diduga sebagai model X500 Pro atau varian di atasnya. Terdapat pula model ketiga dengan layar 6,59 inci yang saat ini disebut masih dalam tahap pengembangan internal.

Pencapaian Seri X300 Ultra

​Sebelum kabar mengenai seri X500 menyeruak, Vivo telah lebih dulu mempertegas posisinya di puncak piramida ponsel fotografi melalui peluncuran Vivo X300 Ultra di China pada akhir Maret lalu. Perangkat ini menjadi representasi kemajuan teknologi pencitraan hasil kolaborasi jangka panjang dengan Zeiss.

​Ponsel ini mengusung sensor utama Sony LYTIA 901 dan kamera telefoto 200 megapiksel berbasis sensor Samsung HP0. Salah satu inovasi yang menonjol adalah dukungan aksesori telekonverter eksternal Zeiss yang mampu meningkatkan panjang fokus hingga 400mm, sebuah kemampuan yang mendekati performa kamera profesional.

​Dari sisi performa, perangkat ini telah dibekali sistem sirkuit Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan manajemen termal Ice Pulse Fluid VC. Inovasi ini diklaim mampu meningkatkan pembuangan panas sebesar 14 persen, yang sangat krusial bagi aktivitas berat seperti perekaman video format 10-bit Log dan penyuntingan profesional.

​Hingga laporan ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Vivo Indonesia mengenai jadwal peluncuran seri X500 maupun ketersediaan varian X300 Ultra untuk pasar Tanah Air. Di pasar China, Vivo X300 Ultra dipasarkan dengan harga mulai dari 6.999 yuan atau sekitar Rp 17,2 juta hingga varian tertinggi yang mencapai Rp 29,5 juta.