BGN Konfirmasi Pengadaan Ribuan Motor Listrik, Efisiensi Anggaran Jadi Sorotan
JAKARTA, SPC — Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan pengadaan ribuan unit sepeda motor listrik untuk mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia. Kepastian ini muncul setelah rekaman video yang menunjukkan deretan motor listrik berstiker BGN viral di media sosial dan memicu diskusi publik terkait transparansi anggaran.
Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan, pengadaan kendaraan roda dua tersebut merupakan bagian dari alokasi anggaran tahun 2025. Kendaraan itu ditujukan untuk menunjang mobilitas kepala satuan pelayanan di daerah.
”Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum didistribusikan,” kata Dadan, Selasa (7/4/2026).
Dadan juga menepis kabar yang menyebut jumlah pengadaan mencapai 70.000 unit. Ia merinci bahwa total pesanan pada tahun 2025 sebanyak 25.000 unit, dengan realisasi saat ini sebanyak 21.801 unit.
Urgensi dan Tantangan Fiskal
Pengadaan ini menuai sorotan tajam karena dilakukan di tengah kondisi fiskal yang mulai melebar. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengungkapkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per Maret 2026.
Menkeu menyebutkan, belanja pemerintah memang dipercepat di awal tahun agar distribusi dampak ekonominya lebih merata. Namun, ia mengakui belanja BGN menjadi salah satu yang paling dominan.
”Yang menonjol BGN karena memang anggarannya besar,” ujar Menkeu.
Kondisi ini memicu kritik dari masyarakat. Di media sosial, sejumlah warga net mempertanyakan prioritas pemerintah. Mereka membandingkan belanja kendaraan operasional ini dengan isu kesejahteraan guru di daerah pelosok serta dampak ekonomi dari ketidakpastian situasi global di Timur Tengah.
Transparansi Pengadaan
Secara teknis, pengamat otomotif Bebin Djuana mengidentifikasi kendaraan tersebut identik dengan tipe Emmo JVX GT. Berdasarkan informasi pada laman resmi produsen, motor listrik tipe “adventure” ini memiliki tenaga 7.000 Watt dengan harga pasar mencapai Rp56,8 juta per unit.
Dengan harga tersebut, transparansi menjadi poin utama yang dituntut publik. Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menilai penggunaan sistem e-purchasing dalam pengadaan ini membuat prosesnya kurang terpantau oleh masyarakat.
”Pengadaan ini mempergunakan sistem e-purchasing agar senyap dan tidak bisa dipantau publik. Transparansi biaya dan alasan pemilihan unit harus bisa dijelaskan secara rasional karena ini menggunakan uang pajak,” kata Uchok.
BGN menyatakan bahwa proses pengadaan dilakukan secara bertahap mulai Desember 2025 dan dilakukan sesuai prosedur administrasi negara yang berlaku. Namun, hingga kini, rincian biaya resmi dari kontrak pengadaan tersebut belum dibuka secara mendetail kepada publik.




