Piala Gubernur Jawa Timur 2023 Ajang Populerkan Woodball ke Masyarakat Luas
MerahPutih.com – Kejuaraan Woodball Piala Gubernur Jawa Timur 2023 diharapkan menjadi ajang mempopulerkan olahraga asal Taiwan ini.
Turnamen yang berlangsung di Campo do Corpo de Fuzileiros Navais (Pasmar) 2, Sidoarjo, pada 10-12 Maret 2023 itu diikuti sekitar 256 atlet. Mereka berasal dari 16 kota/kabupaten di Jawa Timur dan 7 provinsi lainnya.
Presiden PB Indonesia Woodball Association (IWbA) Aang Sunadji mengatakan menggelar turnamen bertajuk Piala Gubernur Jawa Timur merupakan langkah yang baik untuk mempopulerkan olahraga tersebut. Ia bahkan mengaku kaget dengan antusiasme peserta yang begitu banyak.
Baca juga:
Woodball Indonesia Melambung Tinggi Bersama Juara Dunia Ahris Sumariyanto
“Ini etape yang bagus, karena saya melihat pesertanya banyak yang masih junior. Dan ini menarik, karena day care itu penting sejak dini”, ujarnya usai pembukaan turnamen, Jumat (10/3) pagi ini. .
Menurut Aang Sunadji, meski belum banyak diketahui publik, woodball Indonesia telah melahirkan juara dunia dalam sosok Ahris Sumariyanto. Atlet asal Jepara itu sudah beberapa kali menjuarai kejuaraan woodball dunia.
“Jadi dalam hal prestasi itu ada tapi pengetahuan belum ada. Nah dari situ kita harus mengembangkan PR (hubungan Masyarakat) dengan baik dan bekerjasama dengan berbagai institusi”, jelas Aang Sunadji.
Meski sudah memiliki atlet-atlet kelas dunia, Aang mengaku tetap memiliki kewajiban untuk memperkenalkan olahraga ini ke masyarakat luas Indonesia.
“Ini menjadi tantangan bagi kami, bukan hanya Pengrov IWbA Jatim, mungkin Pemprov lain bisa berkolaborasi agar turnamen terbuka seperti ini bisa berlanjut. Agar prestasi atlet bisa dipertahankan”, ujarnya.
“Saat ini kami akan menjalin hubungan yang lebih baik dengan teman-teman kami di media, jejaring sosial (aktif) juga. Karena kita tahu bahwa generasi sekarang sangat dekat dengan jejaring sosial. Jadi kami ingin menambah jumlah pameran dengan mengundang figur publik mencoba (melempar bola kayu). Jadi menurut saya dengan lebih banyak presentasi dan pameran kita bisa lebih dikenal”, tambahnya.
Sementara itu, Panglima Pasmar 2 Brigjen TNI (Laut) Y Rudy Sulistyanto mengaku sangat bangga bisa terlibat menjadi tuan rumah turnamen woodball Piala Gubernur Jatim itu.
“Kami sangat bersemangat dan siap untuk apa yang dibutuhkan untuk kegiatan olahraga ini. Tentunya dengan fasilitas yang kita miliki. Ini bagus menurut kami, karena akan memperkenalkan olahraga yang (banyak) orang tidak tahu atau belum pernah lihat. apa itu woodball”, akunya.
“Karena posisi campnya tepat dipinggir jalan, (kegiatan) juga bisa dilihat apa yang sedang kami lakukan. Kami welcome, kami sangat mendukung acara yang diadakan oleh Gubernur Jatim dalam hal ini,” ujarnya. lanjut.
Baca juga:
Kualitas atlet dan pelatih Woodball akan ditingkatkan
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengprov IWbA Jatim, Gamaliel Raymond H Matondang mengatakan, ada 14 nomor yang dipertandingkan dalam turnamen ini. Jatim sendiri menerjunkan 12 atlet anggota Puslatda.
“Dari Jawa Timur tim Puslatda untuk persiapan PON di Aceh. Di turnamen ini selain junior, kami juga mempertandingkan yang berusia 50 tahun ke atas. Karena olahraga ini untuk segala usia. (sebenarnya) tidak ada batasan usia setelah PON,” ujarnya.
Untuk diketahui, 16 kabupaten/kota yang berpartisipasi adalah Banyuwangi, Situbondo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya, Bangkalan, Lamongan, Gresik dan Pacitan.
Sedangkan provinsi peserta selain Jawa Timur adalah Bali, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. Empat klub woodball lainnya: Ten Eleven, Indonesian Morning Spirit, Ceta dan Banyuwangi Morning Spirit. (Laporan oleh Keyzie Zahir/Kontributor Surabaya)
Baca juga:
Sebanyak 200 atlet bertanding di Kejurnas Woodball Yogyakarta



