Pembangunan Stasiun MRT Thamrin dan Monas Telah Capai 56,2 Persen

MerahPutih.com – Pekerjaan konstruksi MRT Jakarta CP 201 Fase 2A (stasiun Thamrin dan Monas) mencapai 56,2 persen.

Saat ini pembangunan Stasiun Monas sudah memasuki tahap pembetonan tangga akses darurat gardu induk, pembetonan dinding peron, bor tiang pancang untuk peluncuran pintu masuk poros lift poros di Jalan Museum.

Baca juga:

Antisipasi pelecehan seksual, MRT pisahkan penumpang

Kemudian pekerjaan pengecoran dinding tower ventilasi, dinding ruangan gardu induk, waterproofing dan penimbunan beton gardu induk, pemasangan pipa saluran pembuangan dari gardu induk dan peletakan jalur kabel dari gardu induk.

Sedangkan untuk Stasiun Thamrin pekerjaan yang sedang berjalan meliputi penggalian dan pembetonan pelat penutup sisi utara, penggalian pelat akses di sisi selatan stasiun, jet grouting di sisi selatan stasiun dan waterproofing. pekerjaan pemasangan pelat atap pada sisi selatan dan utara stasiun.

Pada 25 April 2023 Tunneling Machine 1 (TBM-1) berhasil mencapai Bundaran HI dan menembus tembok (advance) pada 20 Maret 2023.

Selain itu, TBM 1 akan dibongkar dan kemudian dipindahkan ke sisi utara Stasiun Monas untuk melakukan pengeboran ke selatan Stasiun Harmoni.

Baca juga:  Patch Pokemon Scarlet dan Violet untuk menambahkan penyesuaian fitur dan banyak perbaikan bug

“Sementara itu Tunneling Machine 2 (TBM-2) sudah mulai pengerjaan pembangunan terowongan arah utara menuju Stasiun Harmoni dan berhasil membangun panjang sekitar 456 meter (304 ring),” ujar Division Chief Corporate Secretary PT MRT Jakarta ( Perseroda) Ahmad Pratomo, Jumat (5/5).

Sedangkan untuk CP 202 (Stasiun Harmoni-Sawah Besar-Mangga Besar) setelah diresmikan mulai 18 Juli 2022, pada 17 April 2022 mencapai 12,338 persen dengan ruang lingkup pekerjaan meliputi perlindungan dan relokasi utilitas, pekerjaan pelapisan saluran, pembongkaran bangunan lama. JPO, pembongkaran halte lama Harmoni dan uji pit tiang pancang Transjakarta dari Harmoni.

Baca juga:

Proyek MRT Fase 3 akan dimulai di Kembangan – Medan Satria

Selain itu, CP 203 yang juga merupakan bagian dari pembangunan MRT Fase 2A dengan pembangunan stasiun Glodok dan City berjalan sesuai jadwal. Per 25 April 2023, progres pekerjaan di Stasiun Glodok sudah mencapai 32,43 persen, antara lain pekerjaan ekskavasi yang sedang berlangsung di middle slab/concourse slab, konstruksi upper slab/roof slab, dan persiapan ground improvement peluncuran mesin bor terowongan.

Baca juga:  Sahabat KabarOto harus tahu, inilah jenis-jenis stepa dan fungsinya

“Di Stasiun Kota meliputi pekerjaan konstruksi D-Wall sisi timur dan investigasi struktur TPO Kota saat ini,” jelasnya.

Sedangkan akuisisi sistem rel dan rel CP 205 dilakukan melalui tender kompetitif internasional. Kontes diluncurkan pada 25 Agustus 2022.

LCP 206 rolling stock (Rangga) melakukan survei pasar dan penyesuaian jumlah rangkaian dari 14 seri menjadi tujuh seri. Pelelangan diperkirakan akan dilakukan pada kuartal pertama tahun ini. Mengingat pembebanan otomatis tarif CP 207 (sistem pembayaran), lelang akan dilakukan pada Juni 2023.

MRT Jakarta Fase 2A akan menghubungkan Stasiun Bundaran HI ke Kota sepanjang sekitar 5,8 kilometer dan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah, yaitu: Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok dan Kota.

Fase 2A MRT Jakarta dibangun dengan biaya sekitar Rp 25,3 triliun melalui dana pinjaman kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Jepang. (asp)

Baca juga:

3 Halte TransJakarta direlokasi akibat proyek MRT Jakarta Fase 2A



Source link