KPK Ungkap Tim Broker Bea Cukai di Kasus Andhi Pramono

KPK Ungkap Tim Broker Bea Cukai di area Kasus Andhi Pramono

Komisi Pemberantasan Korupsi () mengungkapkan ada tim broker dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi serta Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)  selaku mantan Kepala Kantor Pengawasan serta Pelayanan Bea dan juga juga Cukai Tipe Madya Pabean B Makassar.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan tim penyidik sudah pernah mendalami hal hal itu lewat tiga orang saksi dari unsur swasta yaitu Gerry Soewandi alias Girry, Cindia Anggelika lalu Daryono Saria yang mana yang disebut diperiksa pada Rabu (27/9) lalu.

“Para saksi hadir kemudian didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan adanya tim broker dalam aktivitas perdagangan bea cukai yang digunakan mana memberikan sebagian uang pada tersangka AP [Andhi Pramono] untuk diperlancar dalam kegiatan usahanya,” ujar Ali melalui keterangan tertulis, Sabtu (30/9).

KPK memproses hukum Andhi Pramono atas kasus dugaan penerimaan gratifikasi juga pencucian uang terkait pengurusan barang ekspor impor.

Andhi diduga menerima gratifikasi beberapa Rp28 miliar dalam kurun waktu 2012-2022.

Penerimaan uang itu melalui transfer ke beberapa rekening bank dari pihak-pihak kepercayaannya yang dimaksud merupakan pengusaha ekspor impor serta juga pengurusan jasa kepabeanan dengan bertindak sebagai nominee.

Baca juga:  Babak Baru Kasus Dugaan Pemerasan Mentan Syahrul Yasin Limpo

Tindakan dimaksud disinyalir sebagai upaya menyembunyikan sekaligus menyamarkan identitas sebagai pengguna uang yang dimaksud sebenarnya untuk membelanjakan, menempatkan maupun menukarkan dengan mata uang lain.

Andhi diduga menggunakan uang yang disebut di tempat area antaranya untuk membeli berlian senilai Rp652 juta, polis asuransi senilai Rp1 miliar juga rumah di tempat dalam wilayah Pejaten, Jakarta Selatan, senilai Rp20 miliar.

Dalam proses penyidikan berjalan, KPK sudah pernah menyita tiga unit mobil mewah milik Andhi.

Yakni mobil merek Hummer tipe H3, model Jeep, warna silver beserta satu buah kunci kontak; mobil merek Morris tipe mini, model sedan warna merah beserta satu buah kunci kontak; mobil merek Toyota tipe Rodster, mobil penumpang warna merah beserta dua buah kunci kontak.

Andhi disangkakan melanggar Pasal 12 B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) serta Pasal 2 ayat 1 kemudian Pasal 3 UU 8/2010 tentang Pencegahan kemudian Pemberantasan TPPU.

Sumber: CNN Indonesia