Kejagung Terima SPDP, Kasus Berita Bohong Rocky Gerung Naik Penyidikan

Kejagung Terima SPDP, Kasus Berita Bohong Rocky Gerung Naik Penyidikan

Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung (Kejagung) sudah pernah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan atau SPDP terkait dugaan kasus penyebaran berita bohong yang dimaksud menjerat Rocky Gerung (RG) kemudian kawan-kawan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana, dalam keterangan, Sabtu (21/10/2023), mengatakan pihaknya segera menyusun tim jaksa dalam penanganan perkara lebih lanjut lanjut.

Menurut Ketut, saat ini Jampidum masih menunggu pengiriman berkas perkara dari penyidik Bareskrim Polri terkait persyaratan formal serta material untuk dipelajari.

“Hal ini bertujuan untuk menentukan lengkap atau tidaknya berkas perkara dimaksud,” kata Ketut sebagaimana dilansir Antara.

Baca Juga:Jejak Kasus Rocky Gerung yang digunakan Diduga Hina Marga Laoly, Menkumham Ikut Geram

Rocky Gerung lalu kawan-kawan dijerat dengan Pasal 14 Ayat (1), Ayat (2), dan/atau Pasal 15 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Kemudian, Pasal 156 KUHP dan/atau Pasal 160 KUHP dan/atau Pasal 45A Ayat (2) Jo. Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi kemudian Transaksi Elektronik (ITE).

Baca juga:  Kejagung Pelajari Putusan MA Kurangi Hukuman Ferdy Sambo Cs

“Tuntutan itu terhadap peristiwa yang dimaksud terjadi di area Gedung Aula Muzdalifah Islamic Kota Bekasi, Jawa Barat, pada 29 Juli 2023,” jelasnya.

Sebelumnya, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri kembali melanjutkan pemeriksaan dengan memohonkan klarifikasi kepada Rocky Gerung. Rocky pun sudah memenuhi panggilan penyidik untuk klarifikasi terkait penyelidikan kasus dugaan ujaran kebencian.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan pihaknya menyiapkan 97 pertanyaan, yang mana 47 pada antaranya sudah ditanyakan pada pemeriksaan pertama.

Baca Juga:Kasus Rocky Gerung Diduga Hina Presiden Jokowi Dilimpahkan Polda ke Bareskrim

Pertanyaan itu terkait beberapa berita yang tersebut dianggap bohong oleh pelapor, seperti tentang kelapa sawit serta China.

“Itu yang mana menjadi objek bahwa itu berita bohong. Tentu semata inilah yang mana menjadi materi kami untuk proses penyelidikan tambahan lanjut,” kata Djuhandhani.

Dalam kasus tersebut, Bareskrim Polri menerima 26 laporan yang mana dilaporkan ke Polda Sumatera Utara, Polda Yogyakarta, Polda Kalimantan Timur, Polda Kalimantan Barat, dan juga Polda Metro Jaya.

Baca juga:  Rocky Gerung Bilang Putusan MK Jadi Pintu Masuk Kecurangan pemilihan raya 2024

“Semua laporan sudah ditampung pada Bareskrim,” katanya.

Sumber: Suara