Gibran Ingin Hapus Aturan Lepas Masker di Sekolah, Tapi Tak Diizinkan Pempus

MerahPutih.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencabut status darurat COVID-19 pada Jumat (5/5).

Keputusan tersebut mendapat tanggapan positif dari Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka, dengan mengatakan bahwa kebijakan tersebut akan melonggarkan sederet aturan penggunaan masker di tempat umum.

Baca juga

Gibran ajak Gerindra promosikan Kaesang untuk maju di Pilkada 2024

“Bagus (bagus status darurat COVID-19) dicabut oleh WHO,” kata Gibran, Senin (5/8).

Gibran mengatakan pencabutan status darurat COVID-19 oleh WHO akan menyebabkan Balai Kota mencabut kewajiban penggunaan masker bagi siswa di sekolah.Gibran mengatakan hal itu sudah dilakukan, namun belum mendapat persetujuan dari pusat. pemerintah.

“Kemarin saya usul di mal, sekolah, dan kampus, tapi pemerintah pusat tidak mengizinkan. wae’ kata Jibril.


Baca juga

Gibran Melobi Menpora Trial Indonesia Vs Argentina Bermain di Stadion Manahan

Putra sulung Presiden Jokowi ini mengaku tidak tahu mengapa pemerintah pusat tidak mengizinkan pencabutan penggunaan masker di tempat umum.

Baca juga:  Timnas Basket Indonesia Tak Ingin Terpaku dengan Pemain Naturalisasi, Maksimalkan Pemain Diaspora : Okezone Sports

“Ya, saya tidak tahu (alasan mengapa pusat menolak untuk mencabut kewajiban penggunaan masker) di sekolah. Tanyakan ke pusat,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Gibran mengatakan mulai 4 Januari 2023, Anda sudah bisa melepas masker. Aturan tersebut tertuang dalam SE Walikota.

“Siapa pun di Balai Kota boleh melepas masker dan suhu tubuhnya tidak akan diukur. Siapa pun yang merasa tidak enak badan, tetap di rumah dan pakai masker jika berada di Balai Kota,” kata Gibran. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca juga

Pencapaian Pendapatan Asli Daerah Rendah, Sorotan untuk Kinerja Gibran



Source link