MerahPutih.com – Pesantren Assalam Solo (Ponpes) melakukan observasi gerhana matahari hybrid pada Kamis (20/4). Selain melaksanakan nonton bareng (nobar) gerhana matahari, Observatorium Assalam juga membagikan ribuan kacamata untuk melihat gerhana secara langsung.

Observatorium Assalam, yang terletak di lantai 5, menawarkan hingga tiga teleskop untuk mengamati peristiwa langka ini. Selain menyiapkan teleskop, pengelola juga menyediakan kaca filter yang dibagikan kepada pengunjung yang ingin menyaksikan gerhana dari observatorium.

Baca juga:

Warga diminta untuk tidak melihat gerhana matahari total secara langsung

Kepala Pusat Astronomi Assalam AR Sugeng Riadi mengatakan Observatorium Assalam melakukan pengamatan bersama atau gerhana matahari hibrida nobar, yang fenomenalnya ada gerhana matahari total dan gerhana matahari annular. Ternyata di wilayah Soloraya fenomena matahari tertutup bulan hanya sekitar 50%.

“Hanya 53% gerhana matahari di Soloraya yang akan terjadi. Puncaknya terjadi pada pukul 10.50 WIB. Gerhana akan dimulai pada pukul 09.27 WIB”, kata Sugeng, Kamis (20/3).

Baca juga:

Jelang Lebaran, fenomena astronomi gerhana matahari hibrida mewarnai langit Indonesia

Katanya semakin lama semakin hitam lingkarannya, tak lain bulan menutupi matahari. Gerhana bulan ini merupakan fenomena langka.

Ia menambahkan Observatorium Assalam memproduksi ribuan kacamata hitam untuk dibagikan kepada mahasiswa dan staf untuk melihat fenomena alam yang langka tersebut.

“2.500 cangkir yang kami hasilkan kami bagikan kepada mahasiswa dan karyawan. Setiap orang mendapat satu. Termasuk mereka yang datang ke Observatorium Assalam untuk melihat kacamata hitam, ujarnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca juga:

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai pasang surut saat terjadi gerhana bulan total



Source link