Terkait Sanksi Flare, Indonesia Bisa Belajar dari Kasus Thailand di Piala Asia U-17 2023
Bendera yang dinyalakan di tribun saat pertandingan Persib Bandung vs Persikabo 1973 (Foto: M Ghani/MPI)
PATHUM THANI – Indonesia perlu belajar dari kesalahan Thailand. Asosiasi Sepak Bola Thailand menghadapi denda besar atas suar yang dinyalakan oleh penggemar pada pertandingan Piala Asia U-17 2023.
Sebagai informasi, Thailand menjadi tuan rumah Piala Asia U-17 2023. Turnamen remaja bergengsi ini sudah digelar sejak 15 Juni lalu. Turnamen akan berakhir pada 2 Juli.
Piala Asia U-17 2023 akan menampilkan 16 tim terbaik di Asia. Tim tuan rumah Thailand U-17 berhasil melaju ke babak perempat final. Tim Gajah Perang menghadapi Korea Selatan di babak tersebut.

Duel kedua tim digelar di Stadion Pathum Thani, Pathum Thani, Minggu malam (25/6/2023) WIB. Sayangnya, Thailand kalah 1-4 dari Korea Selatan.
Usai pertandingan, suporter tuan rumah yang hadir menyemangati para pemain dengan ikut bernyanyi. Beberapa suporter terlihat menyalakan flare saat itu. Adanya bendera dalam laga tersebut berpotensi membuat FA Thailand disanksi oleh AFC.
“Menyusul laga perempat final Piala Asia U-17 U-17 2023 antara Thailand vs Republik Korea tadi malam (25/6), beberapa suporter Thailand menyalakan flare di Stadion Pathum Thani,” demikian keterangan akun Instagram klub tersebut. . @theasianfootball, Senin (26/6/2023).
“Sebelumnya, AFC dan AFF telah mendenda FA Thailand lebih dari 3 juta baht (Rp 1,2 miliar) karena pembakaran di Piala AFF 2022 dan Piala Sepak Bola Pantai Asia pada Maret. FA Thailand bisa dikenakan sanksi disiplin AFC yang berat untuk pelanggaran berulang,” lanjutnya kemudian.
Fans Indonesia diharapkan bisa belajar dari kejadian ini. Pasalnya, Indonesia sudah dipastikan sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 2023. Turnamen tersebut akan digelar pada November mendatang. Tim Indonesia U-17 dipastikan akan berlaga di sana berkat status tuan rumah.
Penerbit : Furqon Al Fauzi
Ikuti berita Sportsstars di berita Google



