3 Pertandingan Bulu Tangkis Melelahkan yang Bikin Pemain Habis Nafas hingga Terkapar, Nomor 1 hingga 101 Menit : Okezone Sports

BERIKUT 3 pertandingan bulu tangkis melelahkan yang akan diulas Okezone. Tidak seperti sepak bola atau olahraga lain yang batas akhir pertandingannya adalah waktu, pertandingan bulu tangkis diakhiri ketika salah satu pemain telah mencapai poin tertentu.

Itu berarti, pertandingan bulu tangkis dapat selesai jangka waktu yang cepat hanya dalam beberapa menit ataupun juga bisa sampai hitungan jam.

Terlebih lagi, bulu tangkis memaksa setiap pemainnya terus berlarian di areanya mulai dari depan, belakang, kanan, kiri, hingga melompat. Bahkan tidak jarang para pebulu tangkis sampai harus menjatuhkan diri hanya untuk menyelamatkan shuttlecock.

Berikut adalah 3 pertandingan bulu tangkis paling melelahkan.

3. Kunlavut Vitidsarn vs Wang Tzu Wei

Kunlavut Vitidsarn

Belum lama ini, partai sengit tersaji di pertandingan pembuka Singapore Open 2023 antara tunggal putra Thailand, Kunlavut Vitidsarn berhadapan dengan tunggal putra Taiwan, Wang Tzu Wei.

Baca juga:  11 bus kota di Jakarta yang tampil megah dengan bodi tersegmentasi Gaban, tak kalah jika dibandingkan dengan model Eropa

Bayangkan saja, pertandingan ini harus melaju sampai babak rubber game. Selain itu, aksi saling ngotot dilakukan kedua pebulu tangkis hingga membuat pertandingan baru berakhir setelah menyentuh poin 28-26 di game penentuan.

Oleh sebab itu, tepat setelah Kunlavut Vitidsarn memastikan kemenangannya, kedua pebulu tangkis itu langsung terkapar di atas lapangan sambil ngos-ngosan.


Follow Berita Okezone di Google News


2. Chou Tien Chen vs Anders Antonsen

Chou Tien Chen vs Anders Antonsen

Pertandingan paling melelahkan berikutnya adalah di final Indonesia Open 2019 yang mempertemukan tunggal putra Taiwan, Chou Tien Chen dengan tunggal putra unggulan dua Denmark, Anders Antonsen.

Pada pertandingan itu, kedua pemain bermain sengit hingga menghabiskan waktu 97 menit lamanya. Tidak hanya itu, setiap game pada pertandingan ini juga berakhir dengan skor yang sangat tipis, yakni 21-18, 24-26, dan 21-15.

Baca juga:  Akuisisi Microsoft Activision Blizzard semakin dekat karena CMA menyatakan kesepakatan "tidak akan menghasilkan pengurangan persaingan yang substansial"

Wajar saja, setelah Chou Tien Chen berhasil menutup pertandingan ini, keduanya langsung terkulai lemas dan berbaring bersamaan di depan net.

1. Final ganda putri Malaysia Masters 2023

Pearly Tan/Thinaah Muralitharan

Terakhir, ada pertandingan final sektor ganda putri Malaysia Masters 2023 yang mempertemukan pasangan tuan rumah Pearly Tan/Thinaah Muralitharan dengan pasangan Korea Selatan, Baek Ha-na/Lee So-hee.

Bayangkan saja, kedua pasangan ini membutuhkan waktu hingga 101 menit untuk bisa menyelesaikan pertandingan. Ditambah lagi, pasangan Malaysia berjuang mati-matian hingga harus jatuh bangun dan kehabisan nafas agar bisa mengembalikan shuttlecock.

Akibat hal ini, Pearly Tan sampai berkali-kali terkapar kelelahan di tengah pertandingan. Selain itu, Thinaah Muralitharan bahkan sampai muntah di poin-poin akhir karena kelelahan. Sayangnya Pearly Tan/Thinaah Muralitharan kalah 20-22, 21-8, 17-21.


Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Baca juga:  Aji Santoso Sebut Dua Pelatih Asing yang Patut Dicontoh Oleh Pelatih Lokak, Siapa Mereka?