Puncak Kasus ISPA di Kota Tangerang Diprediksi Pada Oktober

MerahPutih.com – Pemerintah Kota Tangerang mengimbau dan mengajak masyarakat melakukan gerakan penghijauan serta menggunakan moda transportasi ramah lingkungan sebagai upaya perbaikan kualitas udara di wilayah Jabodetabek.

Dinas Kesehatan Kota Tangerang Banten mengungkapkan, tidak ada kenaikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) secara signifikan sejak April hingga Juli akibat meningkatnya polisi udara di Jabodetabek.

Baca Juga:

Pentingnya Asuransi di Tengah Kualitas Udara Buruk

“Tidak ada kenaikan kasus ISPA di Kota Tangerang secara signifikan meski saat ini sedang terjadi polusi udara,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dini Anggraeni.

Ia mengatakan, kasus ISPA polanya akan sama dari tahun ke tahun. Kasus itu akan mulai meningkat pada September lalu puncaknya di Oktober sampai November. Kemudian, kasusnya akan kembali turun sesudah bulan Maret.

“Secara pola saat ini di Kota Tangerang masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Memang ada kenaikan, tapi masih diambang normal, dan tidak menjadi angka tertinggi dibanding survelens lima tahun terakhir,” ujarnya.

Baca juga:  Mercedes Bakal Lakukan Perubahan Pada F1 GP Inggris 2023

Ia mengimbau, masyarakat selalu menjaga kesehatan dan mengantisipasi buruknya udara saat ini, misalnya dengan memakai masker saat berada di luar ruangan.

“Baiknya menggunakan masker dan selama musim pancaroba ini kita jaga imunitas tetap baik dengan makan yang cukup dan bergizi. Istirahat yang cukup dan juga tidak stres dan tentunya rajin olahraga,” katanya.

Udara yang memburuk salah satu faktor pencetusnya adalah karena sekarang sedang memasuki musim kemarau.

“Kualitas udara di musim kemarau khususnya dari Juli, Agustus, hingga September cenderung memburuk dan ini terjadi di tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya. (Knu)

Baca Juga:

Kaji Penyebab Polusi Udara Jakarta, Pemerintah Diminta Lakukan Audit Lingkungan



Source link