Pentingnya pengecekan ban sebelum mudik

KabarOto.com – Ban merupakan salah satu komponen penting yang harus diperiksa sebelum mudik. Pengecekan ban dilakukan agar tidak ada kendala selama perjalanan.

CEO Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno mengatakan, keamanan menjadi faktor penentu bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi untuk pulang kampung.

Baca juga: Bridgestone Turanza T005A jadi ban resmi Honda WR-V

Untuk itu, Bridgestone Indonesia mengajak seluruh pengguna kendaraan pribadi untuk melakukan pengecekan ban demi keselamatan berkendara.

“Karena kondisi ban yang prima bisa mengurangi potensi masalah saat perjalanan mudik,” ujar Mukiat.

Bridgestone Indonesia memberikan beberapa tips penting yang bisa dijadikan acuan bagi para traveller sebelum memutuskan pulang dengan kendaraan pribadi.

1. Rotasi ban

Rotasi ban merupakan salah satu solusi merawat ban mobil agar perjalanan pulang pergi lebih aman dan nyaman. Sebaiknya perputaran ban pada mobil dilakukan secara teratur dengan jarak tertentu untuk menghindari tingkat keausan ban yang tidak merata yaitu antara ban depan, belakang dan kiri serta kanan, sehingga dapat memperpanjang masa pakai ban.

Baca juga:  10 kenangan mudik di kereta tua, bikin kangen!

Biasanya, ban depan mobil lebih rentan terhadap gesekan dan lebih cepat aus jika tidak dirotasi secara teratur.

“Ban mobil ada empat. Keempatnya saling bekerja sama agar mobil jalan lurus, selaras. Untuk itu perlu misalnya dilakukan rotasi berkala untuk melihat tingkat keausan, agar ban tetap berfungsi maksimal” , terangnya Deputy Head of OE Sales PT Bridgestone Indonesia, Fisa Rizqiano.

2. Pembagian dan perimbangan

Salah satu kerusakan ban yang sering tidak terdeteksi adalah keausan tapak atau tapak yang tidak rata. Tekanan udara yang tidak tepat, masalah suspensi mobil, dan roda yang tidak sejajar adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan keausan yang tidak merata.

Inflasi dan balancing yang dilakukan oleh teknisi ban terpercaya bisa menjadi solusi untuk mendeteksi dan mencegah kerusakan ban seperti ini sebelum mudik ke kampung halaman.

Ilustrasi (Foto: KabarOto)

3. Tekanan ban yang tepat

Memastikan tekanan ban yang tepat sangat penting. Tekanan yang terlalu rendah dapat membuat pengontrol mobil tidak stabil pada kecepatan tinggi dan mengurangi efisiensi bahan bakar saat berkendara.

Baca juga:  Jangan Motoran Waktu Puasa Ramadan Sebelum Lakukan 5 Hal Ini

Sebaliknya, tekanan yang terlalu tinggi bisa membuat ban terasa lebih keras dan cepat aus di tengah jalan. Periksa tekanan ban sebelum pulang dan periksa apakah sudah sesuai dengan rekomendasi pabrikan kendaraan, yang bisa dicek pada label yang ditempel di tiang pintu pengemudi atau di manual kendaraan.

“Untuk berkendara yang aman, pemilik mobil setidaknya perlu memeriksa apakah tekanan ban sudah memadai. Setelah itu cek kondisi ban, apakah gundul atau tidak, putar dan cek kesejajaran velg,” kata Fisa.

4. Ban dalam kondisi prima

Jika Anda melihat tanda-tanda kerusakan pada ban mobil, seperti tapak yang aus, retak atau tonjolan pada dinding ban, dan banyak tambalan akibat ban kempes, bisa jadi itu tanda ban perlu diganti.

Jika terjadi kerusakan seperti itu, memaksa berjalan dengan ban yang kondisinya sudah tidak baik dapat meningkatkan resiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan.