Pemerintah Resmi Cabut Aturan Wajib Masker di Tempat Umum

MerahPutih.com – Pemerintah memperbaharui aturan protokol kesehatan selama masa transisi endemik COVID-19. Dalam kebijakan terbaru ini, masyarakat tidak lagi diwajibkan menggunakan masker saat berada di fasilitas umum.

Aturan penerapan protokol kesehatan pemerintah terbaru ditetapkan oleh Gugus Tugas Penanganan COVID-19 melalui Surat Edaran Nomor 19).

Baca juga:

Gibran ingin menghapus aturan melepas masker di sekolah, tapi Pempus tidak mengizinkan

Salah satu alasan dikeluarkannya SE tersebut adalah kondisi penyebaran kasus COVID-19 di dunia dan Indonesia sudah terkendali, serta imunitas masyarakat juga tinggi.

Tujuan Surat Edaran ini adalah untuk menerapkan protokol kesehatan pada masa transisi endemik bagi pemudik nasional dan mancanegara, melakukan kegiatan berskala besar dan kegiatan di fasilitas umum.

“Tujuan Surat Edaran ini adalah untuk memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat dari penularan COVID-19,” bunyi maksud dan tujuan tersebut, sebagaimana dikutip dalam Surat Edaran yang dikutip di Jakarta, Sabtu (10/6).

Berikut adalah isi terkait aturan protokol kesehatan Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2023 Gugus Tugas Penanganan COVID-19.

Baca juga:  4 Wisata Alam di Bandung yang Instagramable dan Wajib Dikunjungi!

1. Seluruh pelaku perjalanan dalam dan luar negeri, pelaku kegiatan di fasilitas umum dan pelaku kegiatan berskala besar tetap berupaya melindungi diri secara pribadi dari penularan COVID-19 dan:

Itu. Disarankan untuk melanjutkan vaksinasi COVID-19 sampai dengan booster kedua atau dosis keempat, terutama bagi orang yang berisiko tinggi terhadap penularan COVID-19.

B. Diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker jika dalam keadaan sehat dan tidak ada resiko tertular atau menularkan COVID-19 dan disarankan untuk tetap menggunakan masker yang tertutup dengan baik jika sedang sakit atau beresiko terkena COVID-19, sebelum dan selama perjalanan dan kegiatan di fasilitas umum.

Baca juga:

PT KAI masih mewajibkan penggunaan masker selama welcome transport


w. Disarankan untuk membawa hand sanitizer dan/atau menggunakan sabun dan air mengalir untuk mencuci tangan secara rutin, terutama jika pernah bersentuhan dengan benda-benda yang digunakan secara bersamaan.

D. Bagi orang yang sedang tidak sehat dan berisiko tertular atau menularkan COVID-19, disarankan untuk menjaga jarak atau menghindari keramaian untuk mencegah penularan COVID-19.

Baca juga:  Bela Sopir Bus yang Kecelakaan di Guci, Hotman Paris: Apakah Sopir Wajib Teliti Medan?

Dia. Disarankan untuk tetap menggunakan aplikasi SATUSEHAT untuk memantau kesehatan diri.

2. Seluruh pengelola dan penyelenggara sarana transportasi, sarana umum dan kegiatan berskala besar, bersama dengan pemerintah daerah, dihimbau untuk:

Itu. Terus lindungi masyarakat melalui upaya preventif dan promotif pengendalian penularan COVID-19.

B. Tetap melakukan pengawasan, pembinaan, pengendalian dan penegakan penerapan protokol kesehatan untuk pengendalian penularan COVID-19.

Di bagian akhir juga disebutkan bahwa surat edaran terakhir akan berlaku mulai 9 Juni 2023, dengan perkiraan kemungkinan akan diperketat lagi jika terjadi peningkatan kasus yang signifikan. (Knu)

Baca juga:

China mencabut aturan wajib masker di sekolah dan perguruan tinggi



Source link