Kewajiban Pakai Masker di Transportasi Umum Dicabut, Ini Aturannya

Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Keluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 1 Tahun 2023 tentang Protokol Kesehatan Selama Masa Transisi Endemik penyakit virus corona 2019 (COVID-19).

SE yang ditandatangani Ketua Satgas COVID-19 Suharyanto pada 9 Juni 2023 itu dikeluarkan untuk mengikuti perkembangan situasi pengendalian virus SARS-CoV-2 dalam kondisi penyebaran kasus di dunia dan Indonesia. semakin terkendali, tingginya imunitas masyarakat dan pelonggaran kebijakan transportasi di beberapa negara, serta hasil evaluasi lintas sektoral terhadap pengendalian COVID-19.

“Penyesuaian mekanisme pengendalian dengan protokol kesehatan perlu dilakukan pada masa transisi endemik untuk menghindari penularan COVID-19,” ujar Suharyanto di SE.

Tujuan SE adalah penerapan protokol kesehatan pada masa transisi endemik bagi pemudik nasional dan mancanegara, pelaksanaan kegiatan skala besar dan kegiatan di fasilitas umum. Sedangkan tujuannya untuk memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat dari penularan COVID-19.

Ketentuan protokol kesehatan yang tertuang dalam SE adalah sebagai berikut:

1. Seluruh pelaku perjalanan dalam dan luar negeri, pelaku kegiatan di fasilitas umum dan pelaku kegiatan berskala besar tetap berupaya melindungi diri secara pribadi dari penularan COVID-19 dan:
Itu. Dianjurkan untuk melanjutkan vaksinasi terhadap COVID-19 sampai bala bantuan dosis kedua atau keempat, terutama bagi orang yang berisiko tinggi menularkan COVID-19.

Baca juga:  Cara Pakai Samsung Pass, Password Manager Khusus HP Samsung

B. Diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker jika dalam keadaan sehat dan tidak ada resiko tertular atau menularkan COVID-19 dan dianjurkan untuk tetap menggunakan masker yang tertutup dengan baik jika dalam keadaan tidak sehat atau beresiko terkena COVID -19 , sebelum dan selama perjalanan dan kegiatan di fasilitas umum.

w. Disarankan untuk menjaga transportasi pembersih tangan dan/atau gunakan sabun dan air mengalir untuk mencuci tangan secara teratur, terutama jika telah bersentuhan dengan benda-benda yang biasa digunakan.

D. Bagi orang yang sedang tidak sehat dan berisiko tertular atau menularkan COVID-19, disarankan untuk menjaga jarak atau menghindari keramaian untuk mencegah penularan COVID-19.

Dia. Disarankan untuk tetap menggunakan aplikasi SATUSEHAT untuk memantau kesehatan diri.

2. Seluruh pengelola dan penyelenggara sarana transportasi, sarana umum dan kegiatan berskala besar, bersama dengan pemerintah daerah, dihimbau untuk:

Itu. Terus lindungi masyarakat melalui upaya preventif dan promotif pengendalian penularan COVID-19.

B. Tetap melakukan pengawasan, pembinaan, pengendalian dan penegakan penerapan protokol kesehatan untuk pengendalian penularan COVID-19.

Baca juga:  INFOGRAFIS - Ini Kriteria Pemain Timnas Indonesia U-17 dari PSSI

Lebih lanjut, Suharyanto mengimbau seluruh kementerian dan lembaga terkait penerapan protokol kesehatan bagi pemudik dalam dan luar negeri, kegiatan berskala besar, dan fasilitas umum di masa pandemi COVID-19 untuk segera menerbitkan perangkat hukum yang sesuai dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. ketentuan.

“Surat Edaran ini berlaku mulai 9 Juni 2023, dengan ketentuan pembatasan dapat diperketat kembali jika terjadi peningkatan kasus yang signifikan,” ujarnya.

Dengan berlakunya peraturan ini, beberapa SE Satgas sebelumnya dinyatakan dicabut dan tidak berlaku. SE ini adalah:
Itu. SE No 19 Tahun 2021 tentang Pelatihan dan Optimalisasi Satgas Protokol Kesehatan Penggunaan Masker, Distancing dan Cuci Tangan di Tempat Umum Dalam Rangka Pandemi penyakit virus corona 2019 (COVID-19);
B. SE No 20 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Kegiatan Berskala Besar di Masa Pandemi penyakit virus corona 2019 (COVID-19);
w. SE No. 24 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Domestik di Masa Pandemi penyakit virus corona 2019 (COVID-19) dan adendumnya; DAN
D. SE 25 Tahun 2022 tentang protokol kesehatan bepergian ke luar negeri di masa pandemi penyakit virus corona 2019 (COVID-19) dan dua tambahannya.

Baca juga:  Tak Selalu Baik, ini Kebiasaan Buruk High Achievers