Ketahuan deh! Inilah Kenapa Makanan Pedas Bikin Nagih
Tahukah Anda bahwa makanan pedas sekarang sangat populer? Munculnya kuliner dengan nama-nama unik seperti ceker setan, mie ayam dowte, nasi goreng setan, bahkan level dapur mertua, dan lain-lain menjadi pertanda banyak permintaan akan kuliner pedas.
Manusia memiliki indera pengecap yang hanya mendeteksi makanan manis, asin, asam, dan pahit.
Namun, pedas bukanlah hal yang unik karena rasa pedas sebenarnya merupakan reseptor rasa sakit di mulut.
Reseptor ini biasanya menghasilkan sensasi terbakar di mulut.
Anehnya, banyak orang menikmati sensasi ini meski berkeringat, pilek, dan berisiko mengalami masalah pencernaan.
Secara biologis, kita tidak boleh makan makanan pedas. Awalnya, banyak ilmuwan mengira tanaman lada berevolusi menjadi pedas untuk mencegah mamalia memakannya.
Namun, mamalia ternyata memiliki asam lambung yang kuat yang dapat mencerna merica.
Mengapa makanan pedas membuat ketagihan?
Jika kita melihat Google Trends, kita dapat melihat bahwa popularitas makanan cabai yang mengandung capsaicin menyaingi popularitas makanan yang mengandung gula.

Capsaicin adalah zat bioaktif yang menyebabkan sensasi terbakar dan sering digunakan untuk mengurangi rasa sakit atau sebagai anti inflamasi.
Tubuh manusia ditutupi reseptor yang merespons rasa sakit dan panas.
Namun, capsaicin bisa mengelabui reseptor tersebut untuk memicu sensasi pedas yang kita rasakan.
Reaksi otak terhadap makanan pedas
Otak manusia mempersepsikan makanan yang buruk sebagai sesuatu yang tidak boleh dimakan, sehingga wajar jika manusia pilih-pilih makanan.
Namun, cabai, paprika, atau paprika justru berevolusi untuk menimbulkan rasa sakit dan memengaruhi cara kerja otak kita untuk mempersepsikan makanan pedas sebagai sesuatu yang enak.
Saat tubuh terasa sakit, otak masuk ke “mode bahaya” dan mulai memikirkan hal-hal yang diperlukan untuk bertahan hidup.
Otak bekerja melepaskan endorfin untuk membantu meringankan rasa sakit.
Setelah beberapa saat, dia memberikan dosis dopamin, zat kimia yang merangsang sensasi menyenangkan sebagai “hadiah” untuk bertahan hidup.
Makanan pedas menipu otak untuk memproduksi bahan kimia yang meningkatkan perasaan senang, sehingga otak menciptakan hubungan antara rasa enak dan makanan pedas.
Itulah yang membuat kita mencari kenikmatan dan rasa sakit pada makanan pedas.
Tantangan budaya dan adat
Pengumuman. Gesek ke bawah untuk melanjutkan
Fakta bahwa makanan pedas menimbulkan rasa sakit memberi kesan bahwa makan makanan pedas adalah manifestasi dari kekuatan.
Hal ini dapat menimbulkan tekanan sosial untuk menyukai makanan pedas karena orang cenderung tidak ingin terlihat lemah karena tidak tahan dengan sensasi panas dan menyakitkan.
Cakupan pergaulan dengan populasi masyarakat yang menyukai makanan pedas terkadang mempengaruhi rasa lho.
Diawali dengan mencoba, lama-lama terbiasa. Terbiasa dengan makanan pedas, sensasi panas di mulut menjadi sesuatu yang dianggap nikmat.
Makan basah kuyup lalu ‘disuguhi’ minuman manis dingin ternyata menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Itu sebabnya ada rasa ketagihan yang membuat orang kembali makan makanan pedas berulang kali.
Baik dan kamu? Penggemar berat makanan pedas atau hanya suka mencicipinya?



