Demokrat Akui Merasa Jadi Korban Framing Penghambat di Koalisi Perubahan

MerahPutih.com – Partai Demokrat merasa menjadi korban manipulasi opini seolah-olah menjadi penghambat deklarasi Koalisi untuk Perubahan.
Ketua Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengungkapkan, saat ini kerangka Koalisi Perubahan yang sedang diinisiasi bersama NasDem dan PKS belum diumumkan karena Demokrat belum resmi menominasikan Anies Baswedan sebagai capres dalam pilkada. pemilihan presiden 2024.
Herzaky meminta semua pihak menghentikan pembingkaian.
Baca juga:
AHY-Ibas menyambut baik kedatangan Surya Paloh di markas Demokrat
“Jadi tolong hentikan semuanya, hentikan upaya pembingkaian atau berita palsu. Pernyataan Koalisi untuk Perubahan tidak bisa dilanjutkan karena Demokrat belum membuat pernyataan,” kata Herzaky kepada wartawan, Sabtu (25/2).
Herzaky menegaskan, deklarasi Demokrat untuk mencalonkan Anies sebagai calon presiden 2024 sudah selesai dengan deklarasi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY pada akhir Januari lalu.
Begitu pula, kata dia, dengan mekanisme internal Demokrat dalam menentukan koalisi dan capres sudah selesai.
“Seperti yang disampaikan Ketum kita Mas AHY, diserahkan sepenuhnya kepada Wakil Presiden Koalisi Perubahan Anies Baswedan untuk menentukannya,” kata Herzaky.
Baca juga:
Demokrat Gelar Safari Politik Bersama Anies Baswedan
Menurut Herzaky, frame yang muncul di depan umum hanyalah permainan propaganda yang ingin menyudutkan Demokrat dan mencoba memecah belah Koalisi untuk Perubahan.
Dia menegaskan, Koalisi untuk Perubahan sangat solid.
“Anies Baswedan insya Allah akan berlayar sebagai capres 2024 bersama Koalisi Perubahan,” ujarnya.
Herzaky mengatakan Demokrat siap untuk langkah selanjutnya, yakni deklarasi Koalisi Perubahan dengan PKS dan NasDem.
Deklarasi akan didahului dengan penandatanganan kesepakatan antara ketiga partai politik yang tergabung dalam Coalition for Change, dalam arti komitmen bersama untuk memperjuangkan perubahan dan perbaikan.
“Ketiga parpol itu sejajar, saling menghormati. Jadi setiap keputusan diambil berdasarkan musyawarah mufakat,” kata Herzaky. (Knu)
Baca juga:
KPK Perdalam Anggaran Dana Abadi Melalui Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jatim



