Bukan Pakai Alat Berat, Begini Cara Dedi Mulyadi ‘Bersihkan’ PKL di Bahu Jalan Lembang
BANDUNG, SPC – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi—yang akrab disapa KDM—kembali melakukan aksi lapangan yang menarik perhatian. Kali ini, sasarannya adalah deretan warung semi-permanen yang berdiri di atas sempadan jalan di kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Bukan dengan alat berat atau penggusuran paksa, KDM memilih pendekatan persuasif untuk mengembalikan fungsi estetika dan keamanan jalan di jalur padat wisatawan tersebut.
Bukan Sekadar Penertiban
Dalam pantauan di lokasi, KDM tampak turun langsung berdialog dengan pemilik warung. Ia menyoroti keberadaan bangunan yang menjorok ke bahu jalan, yang selain melanggar aturan tata ruang, juga memicu kemacetan dan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
”Lembang ini wajah wisata Jawa Barat. Kalau sempadan jalannya penuh bangunan liar, bukan cuma tidak indah, tapi juga bahaya,” ujar Dedi Mulyadi saat berbicara dengan salah satu pedagang, Jumat, 13 Maret 2026.
Namun, yang membedakan gaya KDM adalah solusinya. Ia tidak membiarkan para pedagang kehilangan mata pencaharian begitu saja. Kepada pedagang yang bersedia membongkar sendiri bangunannya, KDM menjanjikan bantuan modal usaha agar mereka bisa mencari lokasi berjualan yang legal atau beralih profesi.
Respon Pedagang: Antara Pasrah dan Harapan
Aksi “beres-beres” ini disambut beragam oleh warga. Sebagian besar pedagang mengaku sadar posisi mereka menyalahi aturan, namun terbentur masalah ekonomi.
”Tentu sedih harus pindah, tapi Pak Gubernur tadi janji bantu modal. Jadi ada harapan buat buka usaha di tempat yang benar,” ujar seorang pedagang kopi yang telah bertahun-tahun mangkal di kawasan tersebut.
KDM menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari program besar penataan kawasan wisata Bandung Utara. Ia menginginkan Lembang kembali asri dengan trotoar yang ramah pejalan kaki dan pemandangan yang tidak terhalang oleh bangunan kumuh.
Poin Utama Aksi Penertiban KDM:
-
- Dialog Langsung: Menghindari bentrokan dengan pendekatan personal.
- Estetika Jalur Wisata: Mengembalikan fungsi sempadan jalan untuk kenyamanan publik.
- Bantuan Permodalan: Memberikan dana tunai atau akses modal bagi pedagang yang kooperatif.
”Pembangunan itu harus memanusiakan manusia. Aturan ditegakkan, tapi perut rakyat tetap harus diurus,” pungkas KDM sebelum meninggalkan lokasi.





