MerahPutih.com – Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Adi Napitupulu memprotes bisnis impor pakaian bekas atau yang lebih dikenal dengan pelit pemerintah terlarang. Sebagai pecinta pakaian pelitAdian mengaku bingung di mana letak kesalahan kesepakatan tersebut.

Sekjen Persatuan Aktivis Nasional (Pena) 98 ini mengungkapkan, dirinya biasa membeli pakaian di sentra-sentra yang menjual pakaian bekas impor.

Baca juga

Tanggapan Gibran atas maraknya bisnis pakaian bekas impor di Solo

Adian bahkan membeli jas di Pasar Gedebage, pusat pakaian bekas impor di Kota Bandung, untuk dipakai saat dilantik menjadi anggota DPR RI.

“Saya dijadikan anggota DPR dengan jas bekas yang saya beli di Gedebage (Bandung). Maksud saya, apa hubungannya? (Dilarang berbisnis sepele.) Kalau misalnya ada itu masalah pajak ya pungutan pajak,” kata Adian di kantor Pena 98, Jakarta, Kamis (16/3).

Alih-alih melarang perdagangan pakaian bekas impor, Adian menilai yang harus dilakukan adalah menilai kinerja Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dan Menteri UKM Teten Masduki.

“Yang kita butuhkan misalnya memaksimalkan peran Menteri Perdagangan, memaksimalkan peran Menteri UKM, peran mereka sedang dievaluasi”, ujarnya.

Baca juga

Kemenhub Buka Pengembalian Kapal Gratis, Ikuti Jumlah Kuota dan Persyaratan Pendaftaran

Lebih lanjut Adian mengatakan, meskipun pelit berdampak pada industri tekstil, dalam hal ini UMKM, yang harus diperkuat adalah pengembangan UMKM itu sendiri.

“Misalnya bikin baju dan celana yang fashionable, tolong edukasi UMKM. Sudah berkembang berapa. Masih banyak juga produk UMKM lain hasil rancang bangun yang tidak ada hubungannya dengan impor barang bekas, makanannya seperti apa? sekali”, ujarnya. dikatakan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengomentari usulan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah untuk melarang perdagangan impor pakaian bekas atau yang biasa dikenal dengan sebutan pelit. Menurutnya, impor pakaian bekas menghambat fungsi industri tekstil di Indonesia.

“Itu mengganggu industri tekstil dalam negeri. Sangat mengganggu. Yang namanya impor pakaian bekas itu mengganggu. Sangat mengganggu industri dalam negeri kita,” kata Jokowi di Istora GBK, Jakarta, Rabu (15/3). (Lb)

Baca juga

Pena 98 mendukung perjuangan Banpol PP menjadi pelayan masyarakat



Source link