
MerahPutih.com – Kasus pernyataan kontroversial peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) APH memasuki babak baru.
BRIN akan menggelar sidang etik menyusul komentar ancaman APH terhadap Muhammadiyah, Rabu (26/4).
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan, meski APH meminta maaf, sidang etik ASN tetap akan digelar hari ini.
Baca juga:
Warga Muhammadiyah melaporkan peneliti BRIN ke polisi
Selain itu, penilaian etik akan dilanjutkan dengan rapat Badan Hukuman Disiplin ASN untuk menentukan sanksi akhir.
“Sesuai ketentuan yang berlaku, BRIN akan menanganinya melalui Majelis Kehormatan ASN, dan selanjutnya dapat dilanjutkan ke Majelis Hukuman Disiplin Pegawai Negeri sesuai PP 94/2021”, ujar Laksana Tri Handoko.
Meski masyarakat sudah mengeluarkan surat permintaan maaf, BRIN tetap akan menggugat yang bersangkutan.
Handoko mengatakan, BRIN meminta maaf atas komentar mengancam yang dilontarkan APH.
Ia pun mengimbau peneliti BRIN untuk lebih bijak dalam menggunakan dan menyampaikan pendapat di media sosial.
“BRIN meminta maaf, khususnya kepada seluruh warga Muhammadiyah atas pernyataan dan perilaku salah satu anggota BRIN, padahal itu ranah pribadi yang bersangkutan,” ujarnya.
Baca juga:
Ribuan warga mengikuti salat Id di Bandung dan gedung PP Muhammadiyah
Seperti diketahui, komentar APH tentang Muhammadiyah viral di media sosial.
Foto tangkapan layar kalimat ancaman APH di kolom komentar Facebook oleh mantan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, beredar luas.
Sementara itu, Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri masih mendalami kasus ini.
Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho mengatakan Polri telah membuka penyelidikan atas kasus ini.
“Masih menyelidiki dan mengumpulkan bukti-bukti,” kata Sandi. (Knu)
Baca juga:
Din Syamsuddin menjadi anggota Khatib Salad Id Muhammadiyah Jakarta Timur





