Kamis, 9 Maret 2023, 14:16 WIB

JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan contoh nyata penghapusan venue Piala Dunia di masa lalu. Ia tak ingin situasi serupa terjadi di Piala Dunia U-20 FIFA 2023 di Indonesia.

Saat ini, Indonesia terus mematangkan persiapan jelang Piala Dunia FIFA U-20 2023 pada Mei mendatang. Keenam stadion yang direncanakan menjadi tuan rumah turnamen bergengsi itu terus diperbaiki.

Kesiapan sarana dan prasarana menghadapi Piala Dunia U-20 FIFA 2023 penting untuk diperhatikan oleh Indonesia. Presiden PSSI Erick Thohir menjelaskan, FIFA berhak membatalkan stadion atau syarat penyelenggaraan Piala jika dinilai infrastruktur belum siap.

“Dalam pertemuan kemarin antara saya, Wakil Presiden (PSSI), Exco (PSSI) dan perwakilan FIFA, dijelaskan bahwa FIFA berhak mencoret (stadium). Ini terjadi di Peru ketika (mereka) belum siap,” kata Erick Thohir kepada awak media, termasuk sportsstars.id, Kamis (9/3/2023).

Selain itu, FIFA berencana melakukan tinjauan akhir terhadap enam lokasi stadion mulai 21 hingga 27 Maret. Ada kemungkinan FIFA akan membatalkan beberapa stadion untuk Piala Dunia U-20 2023.

“Jangan kira kita tidak bertanggung jawab. Kalau disilangkan dari enam (stadium) ke empat, itu akan menjadi kontroversi baru. Saya ingin menyentuh hati para pemimpin daerah agar bersama-sama kita bisa berjaya di Piala Dunia yang tinggal 73 hari lagi”, lanjutnya kemudian.

Sebagai informasi, FIFA pernah membatalkan status Peru menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2019. Alasan pencopotan ini karena infrastruktur di sana belum siap menjadi tuan rumah turnamen.

Pada akhirnya, syarat menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2019 diserahkan kepada Brasil. Ini juga mencegah tim Peru untuk berpartisipasi dalam turnamen tersebut. Kita tentu berharap situasi serupa tidak terulang lagi di Indonesia.

Editor: Hadi Febriansyah

Ikuti berita Sportsstars di berita Google