Siti Zuhro Prihatin dengan Rintangan Demokrasi dalam Indonesia
SEPUTARPANGANDARAN.COM, JAKARTA – Peneliti Utama Politik Badan Penelitian serta lnovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro menyampaikan kekhawatirannya terhadap keterpurukan demokrasi pada Indonesia. Hal itu ia ungkap pada acara pengumuman manifesto kebangsaan bertajuk ‘Menjaga Api Demokrasi Tetap Menyala’.
“Jujur saya sangat prihatin sebagai peneliti, sebagai intelektual, serta berkecimpung di tempat penelitian kemudian tentu demokrasi bagian dari mata kuliah kami sebagai sarjana ilmu sosial politik,” katanya di area iNews Tower, Ibukota Pusat, Kamis (8/2/2024).
Awalnya, Siti Zuhro menyatakan bahwa pemilihan umum diharapkan dapat menjadi cara agar era otoriter berakhir setelahnya masa Orde Baru. Namun, Siti Zuhro meninjau Indonesia justru mengalami kegagalan demokrasi setelahnya masa tersebut.
“Maka inilah mulai bangkit rakyat sebagai pemegang kedaulatan, kita miliki semacam kebebasan berpendapat. Kali ini dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat, ketika pilpresnya kita lakukan langsung, demikian juga pilkada, ceritanya begitu,” ucapnya.
Realitasnya, kata Siti Zuhro, yang tersebut terjadi rakyat belaka disuguhkan pasangan calon yang tersebut telah ditentukan. Rakyat, kata Siti Zuhro, bukan diberikan kebebasan, seolah-olah dipaksa untuk menyetujui kebijakan para penguasa untuk menentukan siapa pemimpin selanjutnya.
“Jadi kita tiada diberikan keleluasaan, dengan publik kita yang tersebut majemuk luar biasa ini, dengan sisi multipartai itu, tetap memperlihatkan cuma maunya dua pasangan calon, maunya satu putaran saja, sudah ada jangan diontrang-antring lebih tinggi dari sekali, seolah-olah seperti itu,” katanya.
Siti Zuhro mengatakan, pada Pilpres 2004 ada lima pasangan calon yang mana bertarung. “Lumayan, perkara ada yang digunakan kalah, itu telah hukum alam. Tapi mulai 2014 kita bukan disuguhi lagi seperti itu. Maka ini yang menjadi concern kira, keprihatinan kita, kemudian di perkembangannya kita tidak ada naik kelas mulu setiap pemilu, setiap pilpres endingnya itu konflik,” ujarnya.
Sumber Sindonews
