Wamenkominfo apresiasi dukungan UNESCO pada tata kelola Teknologi AI Nusantara

Wamenkominfo apresiasi dukungan UNESCO pada tata kelola Teknologi Kecerdasan Buatan Nusantara

DKI Jakarta – Wakil Menteri Komunikasi lalu Informatika Nezar Patria mengapresiasi dukungan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada penerapan tata kelola juga etika pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) global di dalam Indonesia.

“Kami mengapresiasi dukungan UNESCO lalu seluruh pemangku kepentingan terhadap penerapan RAM di dalam Indonesia. Kami bertujuan untuk mengembangkan kerangka tata kelola Kecerdasan Buatan yang dimaksud komprehensif yang tersebut dapat menguatkan tempat Negara Indonesia pada rantai pasokan Teknologi AI global,” kata beliau pada Peluncuran Indonesia’s RAM Kecerdasan Buatan dalam Jakarta, Senin.

Nezar menyatakan peluncuran Artificial Intelligence Readiness Assessment Methodology (RAM AI) berubah menjadi peluang menghadirkan tata kelola Kecerdasan Buatan yang komprehensif.

Menurut ia banyak negara di dalam bumi berupaya menyusun kebijakan mengenai teknologi Artificial Intelligence untuk tingkat multilateral, regional, kemudian nasional.

Bahkan, sejak Tahun 2017, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah dilakukan melakukan kajian mengenai peluang risiko dan juga potensi pemanfaatan teknologi AI.

Mulai dari pembentukan Satuan Tindakan Komite Derajat Tinggi Manajemen Artificial Intelligence hingga yang mana terbaru Badan Penasihat Derajat Tinggi Teknologi AI Sekretaris Jenderal PBB.

Baca juga:  Erick Thohir Ingatkan Efek Ngeri AI

"Semuanya memainkan peran penting pada upaya kami untuk memajukan Tata Kelola Global AI,” kata dia.

Salah satu pemberitahuan multilateral terbaru sebagai Resolusi Majelis Umum PBB tentang Mengoptimalkan Prospek Sistem Artificial Intelligence yang tersebut aman, terjamin, serta dapat dipercaya untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Wamenkominfo memandang kemajuan yang dimaksud membuktikan bahwa komunitas global memandang perlunya berkolaborasi pada mengoptimalkan penyelenggaraan Artificial Intelligence di hidup sehari-hari.

“Hal ini juga tercermin di konsensus sebelumnya seperti Prinsip Pengaplikasian Kecerdasan Buatan yang Etis pada Sistem PBB serta Prinsip Teknologi AI OECD dari UNESCO,” ucapnya.

Di tingkat regional, Eropa mengadopsi Regulasi Kecerdasan Buatan UE. Bahkan, Dewan Eropa telah lama mengadopsi Konvensi Kerangka Kerja Eropa tentang Kecerdasan Buatan lalu Hak Asasi Manusia, Demokrasi, serta Supremasi Hukum.

Sementara ke Kawasan Atlantik Utara, NATO mengadopsi Strategi Artificial Intelligence sebagai bagian dari kebijakan di merespons teknologi yang tersebut muncul dan juga mengganggu.

Di kawasan ASEAN, Panduan ASEAN tentang Tata Kelola juga Etika Teknologi AI sudah pernah disahkan tahun ini untuk memacu diskusi mengenai tata kelola Artificial Intelligence secara regional.

Baca juga:  Ramai Bisnis Pakai AI, Infrastruktur serta Keamanan Memadai?

"Diharapkan melalui Panduan Artificial Intelligence ASEAN, pengembangan tata kelola Artificial Intelligence di negara-negara anggota ASEAN dapat lebih banyak distimulasi,” kata Nezar.

Dia berharap peluncuran RAM Teknologi AI dapat memunculkan rekomendasi sebagai rujukan untuk pengembangan teknologi Kecerdasan Buatan di dalam Indonesia.

“Saya berharap tahapan ini akan selesai dengan sempurna pada bulan September tahun ini, kemudian temuan-temuan yang digunakan diperoleh dapat memajukan pengembangan Teknologi AI yang digunakan inklusif. Bersama-sama, kita menciptakan lingkungan Artificial Intelligence yang lebih banyak produktif untuk mewujudkan Indonesi yang dimaksud tambahan digital dan juga sejahtera,” pungkasnya.

Peluncuran RAM Kecerdasan Buatan dihadiri Kepala Perwakilan PBB ke Indonesi Gita Sabharwal, Direktur Kantor Lokal Multisektoral UNESCO ke Jakarta, dan juga Perwakilan UNESCO untuk Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, lalu Timor Leste Maki Katsuno-Hayashikawa.

Selanjutnya, Ketua Eksekutif Komite Nasional Negara Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Itje Chodidjah, lalu Ketua Umum Bekerjasama Investigasi & Inovasi Industri Kecerdasan Arficial (KORIKA) Hammam Riza.

Artikel ini disadur dari Wamenkominfo apresiasi dukungan UNESCO pada tata kelola AI Indonesia