BERITA  

PKS Beberkan Hasil Survei Internal : Kinerja Bupati Pangandaran Tertinggi se – Jabar

SEPUTARPANGANDARAN.COM – DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar rapat koordinasi wilayah (rakorwil) di tingkat Jawa Barat terkait pemenangan Pilkada tahun 2020 melalui virtual, Sabtu, 17 Oktober 2020, kemarin.

Dari hasil rakorwil melalui zoom meeting tersebut, PKS memberikan apresiasi hasil atas kinerja kepala daerah atau Bupati Kabupaten Pangandaran (Jeje Wiradinata).

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Kab Pangandaran Fraksi PKS Solehudin saat diwawancarai, Minggu, 18 Oktober 2020.

Solehudin mengatakan, salah satu materi yang dibahas dalam rakorwil tersebut yakni mempresentasikan hasil survey yang dilaksanakan oleh DPP PKS.

Salah satu indikator yang disampaikan kata Solehudin adalah kinerja kepala daerah tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Ya hasilnya cukup menggembirakan, ternyata Kab Pangandaran menduduki peringkat pertama kaitan dengan hasil penilaian kinerja kepala daerah seJawa Barat,” ungkap Solehudin.

Menurut Solehudin, hasil survey kinerja kepala daerah biasanya kalau DPP PKS itu menggunakan kedai kopi.

Dengan hasil yang sangat fantastis tersebut, lanjut dia, Fraksi PKS di Kab Pangandaran sangat mengapresiasi hasil kinerja kepala daerah, dalam hal ini Jeje Wiradinata.

Baca juga:  Laporan Pansus II DPRD Pangandaran Dalam Membahas Raperda

Tentunya angka tersebut kata dia, berdasarkan atas penilaian publik yang menurutnya menunjukkan angka yang cukup bagus yakni diposisi 8,40 persen.

Berarti kata Solehudin, menandakan bahwa kinerja kepala daerah ini berhasil dalam melaksanakan program-programnya dan masyarakat pun terlayani dengan baik.

“Maka kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada kepala daerah dalam hal ini Pak Jeje Wiradinata,” ucapnya.

Solehudin juga menegaskan, hasil penilaian kinerja kepala daerah yang dilakukan DPP PKS terlepas dari dukungan mendukung, tetapi hasil survey itu obyektif.

“Kalau survey itu kan obyektif oleh pihak yang netral yang kita kerjasamakan dengan pihak ketiga yang tidak mempunyai kepentingan, kecuali kepentingan survey. Dan survei nya pun tidak sebelah, tetapi secara keseluruhan, dan indikator nya pun bukan hanya itu-itu saja yang ditanyakan, masih banyak lagi termasuk indikator kepartaian di internal kami juga. Dan kita menyisipkan indikator penilaian kinerja kepala daerah,” pungkasnya.***