Jumat, 10 Februari 2023, 20.31 WIB

I Putu Gede ditunjuk menangani Arema FC pada putaran kedua Liga 1 2022-2023 (Foto: Arema FC)

MALANG – Kehadiran I Putu Gede di kursi teknis Arema FC menambah kekuatan taktik lokal dalam skenario Liga 1 2022-2023. Ia pun mengakui, pelatih lokal jarang mendapat kepercayaan dari manajemen klub.

Nama-nama terukir seperti Djajang Nurdjaman, Nil Maizar, Widodo Cahyono Putro, hingga Rahmad Darmawan turun sepanjang Liga 1 2022-2023. Sebagian besar pelatih tersebut dipecat karena dianggap tidak mampu meningkatkan performa tim.

Dari sekian nama pelatih lokal, hanya Aji Santoso yang masih konsisten dan dipercaya manajemen Persebaya Surabaya. Putu Gede mengaku sulit mendapatkan kepercayaan penuh dari pemerintah sehingga memaksa pelatih lokal menjadi korban.

I Putu Gede ditunjuk menjadi pelatih Arema FC pada matchday dua Liga 1 2022-2023 (Foto: Twitter/@AremafcOfficial)
I Putu Gede ditunjuk menjadi pelatih Arema FC pada matchday dua Liga 1 2022-2023 (Foto: Twitter/@AremafcOfficial)

“Jarang pelatih lokal mendapatkan kepercayaan dari dukungan penuh manajemen, itu jarang. Dan itu menjadi modal bagi pelatih lokal untuk terus berkembang”, ujar Putu dalam konferensi pers virtual, Jumat (2/10/2023).

“Tapi bagaimana para pelatih ini menjaga integritasnya, menjaga komitmennya pada pekerjaan, itu yang utama,” tambah pria 49 tahun itu.

Pelatih lokal memiliki potensi

Menurut Putu, kehadiran banyak trainer asing menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi arsitek lokal seperti dirinya. Juga, ini akan menjadi pengalaman berharga baginya.

Ikuti berita Sportsstars di berita Google