Colorado – Di Negara bagian Colorado, Amerika Serikat, mulai marak praktik mengubah jenazah manusia menjadi pupuk kompos. Cara ini diklaim lebih ramah lingkungan daripada kremasi atau dikubur.

Amerika Serikat melegalkan undang-undang baru yang mengizinkan tubuh manusia dijadikan pupuk. Aturan tersebut berlaku mulai bulan ini. Setelah proses pembusukan selama enam bulan, tubuh akan berubah menjadi tanah dan dapat berguna untuk menanam apa saja mulai dari pohon hingga bunga.

Seth Viddal dari The Natural Funeral di Lafayette mengatakan hukum itu berlaku mulai 7 September. “Klien pertama kami adalah kemarin pukul 10 pagi,” ujarnya, pada laman 9News.com.

Viddal adalah salah satu pemilik The Natural Funeral. Perusahaan ini yang pertama di Colorado yang menawarkan pengomposan tubuh manusia sebagai alternatif selain pemakaman tradisional seperti penguburan atau kremasi. Sebelum Colorado, pengomposan mayat manusia sudah legal di Washington.

“Kami secara efektif melakukan daur ulang sehingga dapat menggunakan kembali tubuh manusia yang berharga,” kata Viddal. “Ini benar-benar transformasi yang lembut.”

The Natural Funeral adalah perusahaan yang menyediakan layanan pengomposan mayat manusia. Pengomposan dilakukan pada peti yang dibentuk seperti kapal. Di sana, jasad manusia akan mengalami pembusukan alami selama enam bulan sebelum menjadi pupuk.

“Klien pertama kami tersimpan di kapal kayu itu dengan jerami, tanaman alfalfa dan serpihan kayu serta banyak makhluk mikroba. Prosesnya alami, konversi tubuh terjadi dengan lembut sebelum berubah menjadi tanah,” kata Viddal.

Tanaman alfalfa, jerami dan serpihan kayu telah diubah dan digabungkan dengan tubuh menjadi tanah. Hasilnya adalah tanah subur yang dapat digunakan untuk menumbuhkan tanaman, pohon, dan bunga serta memberikan kehidupan baru.

Melarang Jual Beli Pupuk Kompos dari Jenazah Manusia

Hukum di Colorado tidak mengizinkan tanah dari tubuh manusia itu untuk dijual atau menanam tanaman yang dapat konsumsi. Keluarga yang memilih untuk mengkomposkan keluarga mereka setelah meninggal, dapat menyimpan tanah atau menyumbangkannya ke pertanian.

“Kami sedang melakukan proses konversi yang membawa tubuh bermanfaat untuk bumi,” kata Viddal.

Beberapa pekan sejak undang-undang itu berlaku, Viddal mengaku mendapat lusinan telepon dari orang-orang yang ingin mendaftar untuk layanan itu setelah mereka meninggal. Saat ini, mereka adalah satu-satunya perusahaan yang menawarkan layanan ini di Colorado dan hanya memiliki satu kapal.

AJ Killeen, 40, adalah salah satu orang yang berminat tubuhnya menjadi pupuk setelah meninggal. “Pada dasarnya kita semua akan berubah menjadi debu. Ini sedikit lebih alami,” katanya.

“Mereka akan mengontrol kelembaban dan perubahan tanah. Semoga cacing-cacing dan jamur menemukan tempat yang baik dalam diri saya dalam beberapa bulan,” ujar Killeen pada ABC.

Viddal mengenakan biaya US$ 7.900 atau sekitar Rp 112 juta untuk mengubah mayat menjadi pupuk. Angka ini lebih murah daripada pemakaman tradisional yang membutuhkan biaya hingga US$ 10 ribu.

Meski sudah mendapat izin pemerintah, tindakan itu menuai kritik dari Gereja Katolik di Colorado. Sekelompok uskup menentang aturan tersebut dan menyebut pengomposan tubuh merendahkan martabat manusia.
©Tempo