PANGANDARAN, SPC – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran mencatatkan capaian positif dalam realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada triwulan pertama tahun 2026. Hingga Senin (30/3/2026) sore, total PAD yang berhasil dihimpun mencapai Rp 43.590.725.264.

​Berdasarkan data resmi Bapenda Pangandaran, sektor perpajakan masih menjadi kontributor terbesar bagi pundi-pundi kas daerah di kabupaten yang mengandalkan sektor pariwisata ini.

​”Update Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Pangandaran sampai dengan hari ini, Senin 30 Maret 2026, cut off pukul 16.00 WIB, telah mencapai Rp 43,5 miliar,” tulis keterangan resmi Bapenda Pangandaran, Selasa (31/3/2026).

Rincian Capaian Pendapatan

​Dari total perolehan tersebut, Pendapatan Pajak Daerah memberikan kontribusi paling signifikan, yakni sebesar Rp 23.245.179.785. Angka ini menunjukkan tingkat kepatuhan wajib pajak yang cukup terjaga di awal tahun.

​Sementara itu, sektor Retribusi Daerah menyumbang sebesar Rp 20.289.247.935. Pendapatan dari sektor ini umumnya bersumber dari jasa usaha, perizinan tertentu, hingga retribusi objek wisata yang tersebar di wilayah Pangandaran.

​Adapun untuk kategori Pendapatan Lainnya, tercatat realisasi sebesar Rp 56.297.544. Sinergi antara pajak dan retribusi ini menjadi motor penggerak utama dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di Pangandaran.

Dorong Kesadaran Wajib Pajak

​Pemerintah Kabupaten Pangandaran terus mengapresiasi masyarakat dan pelaku usaha yang telah disiplin dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Bapenda menekankan bahwa transparansi realisasi PAD dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.

​Melalui kampanye “Ayo Bayar Pajak, Bangga Bayar Pajak!”, pemerintah daerah berharap kesadaran kolektif masyarakat dapat terus meningkat guna mempercepat kemandirian fiskal daerah.

​Publikasi data pendapatan secara berkala ini diharapkan dapat memotivasi seluruh elemen masyarakat untuk terus berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Pangandaran di masa mendatang.