Connect with us

BERITA

Kejurnas Pacuan Kuda A.E. Kawilarang Memorial Cup 2020, Sukses Digelar di Pangandaran

Published

on

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Kejuaraan nasional Pacuan Kuda A.E. Kawilarang Memorial Cup 2020, sukses digelar di Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa Cimerak Pangandaran, Minggu (12/1/2020).

Kejurnas, untuk mengenang almarhum A.E. Kawilarang, Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) ini mendapat respon positif dari emasyarakat. Mereka antusias menyaksikan ratusan kuda dari berbagai daerah di Indonesia, berlaga adu kecepatan.

Menurut Komisi Kuda Pacu Pordasi Jawa Barat, Dani Saddak, pada Kejurnas ini melibatkan 130 ekor kuda, yang turun di 21 kelas.

“Alhamdulillah ini, kita mendapat respon positif dari pemilik kuda yang mempercayai untuk bertanding di Gelanggang Pacuan Kuda Legokjawa,” ujarnya.

Dani pun mengungkapkan, dipilihnya Lapang Pacuan Kuda Legokjawa di Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, karena ini yang terbaik di Jawa Barat bahkan se Indonesia.

“Trek nya sangat bagus dengan dihampari pasir laut. Para joki bahkan bilang ibaratnya seperti spring bed, empuk dan sangat aman,” terangnya.

Selanjutnya, kata Dani, pada akhir Januari akan melakukan musyawarah nasional (Munas) dan Podasi Jabar akan mengusulkan agar Kejurnas Pacuan Kuda Piala Presiden tahun 2020 akan dilaksanakan di Gelanggang Pacuan Kuda Legokjawa.

“Even berskala nasional memperebutkan piala Presiden Republik Indonesia ini akan berlangsung pada bulan September 2020,” terangnya.

*Catatan :
Untuk, hasil pertandingan akan kita update kemudian

Advertisement
Comments

BERITA

Grand Pangandaran Bagikan Masker dan Hand Sanitizer, Sasar Pelaku Usaha

Published

on

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Grand Pangandaran kembali melakukan kegiatan sosial dalam membantu sesama dalam masa pandemi covid-19.

Kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) Grand Pangandaran, menyasar para pelaku usaha di kawasan wisata Pantai Barat Pangandaran, yaitu Pasar Nanjung Sari.

Lesti Nur Wulan, selaku Marketing Grand Pangandaran mengatakan, para pelaku usaha di bidang Pariwisata merupakan roda penggerak ekonomi yang cukup penting di kawasan Pangandaran, mereka adalah para pelaku usaha yang terdampak langsung selama pandemi ini.

Dengan dibukanya kegiatan pariwisata di Pangandaran, kata Lesti, memberikan angin segar untuk perekonomian rakyat yang selama ini bergantung dari wisatawan.

“Namun, sama-sama kita sadari bahwa para pelaku usaha ini merupakan orang-orang yang memiliki resiko tinggi dalam penularan,” ujarnya.

Jika pemerintah pusat gencar dengan program yang disebut AKB atau Adaptasi Kebiasaan Baru, tambah Lesti, maka Pemerintah Daerah Pangandaran memiliki program yang diberi nama JJCM, yang mana salah satunya adalah rajin cuci tangan serta menggunakan masker.

Untuk itu, kata Lesti, dalam program ini Grand Pangandaran membagi-bagikan gratis hand sanitizer dan juga masker kepada para pelaku usaha di pusatnya kawasan wisata Pantai Pangandaran.

“Ini adalah bukti kepedulian perusahaan, bahwa pandemi ini harus kita hadapi bersama.
Program ini disambut baik oleh para pelaku usaha, dan mereka berharap kegiatan ini dapat rutin dilakukan,” ucap Lesti.***

Continue Reading

BERITA

Insentif Ketua RT dan RW di Pangandaran Akan Dinaikan, 2 Tugas Baru Menanti

Published

on

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata memberikan dua tugas baru kepada para Ketua RT dan Ketua RW yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Hal tersebut terungkap saat dirinya memberikan pembinaan kepada ratusan Ketua RT, RW dan Kepala Dusun sekecamatan Pangandaran di Desa Babakan, Senin 3 Agustus 2020.

Jeje menjelaskan, tugas pertama, adalah melakukan pendataan ulang, warga yang benar-benar layak mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunas (BPNT) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Jika secara ekonomi sudah tidak layak menerima silahkan coret. Kemudian jika ada warga yang layak menerima tetapi tidak mendapatkan bantuan, agar dimasukan data dan melaporkan ke Bupati melalui dinas sosial.

Tugas kedua, mulai 1 Januari 2021 Pemkab Pangandaran meluncurkan program “Magrib ke Masjid” maka Ketua RT dan RW wajib mengajak anak-anak untuk melaksanakan sholat magrib berjamaah di masjid.

“Nanti kita akan evaluasi, bagi Ketua RT maupun RW yang paling sukses mengajak anak-anak sholat magrib di masjid akan kita berangkatkan ibadah umroh,” ujar Jeje,

Selain itu, atas tambahan tugas tersebut, dirinya menjanjikan akan menaikan tunjangan atau insentif Ketua RT dan RW.

“Nah itu alasan kenapa insentif Ketua RT dan Ketua RW kita naikan sekitar 500 ribu hingga 1 juta karena ada dua tugas baru, yaitu mengajak anak-anak sholat magrib di mesjid sama mendata ulang penerimaan BPNT dan BLT,” ujarnya.

Kata Jeje, insentif atau tunjangan Ketua RT dan Ketua RW sudah beberapa kali dinaikan, saat ini insentif Ketua RT sebesar Rp. 2.000.000 per tahun, dan Ketua RW sebesar Rp. 2.250.000 per tahun.

“Tahun depan insentifnya akan kita naikan menjadi 2,5 juta sampai 3 juta per tahun,” kata Jeje.

Dia juga menjelaskan, kenapa insentif Ketua RT dan Ketua RW yang kemarin dibayarkan setengahnya, karena menurut pihak BPK RI, insentif tidak boleh dibayarkan seluruhnya di awal tahun.

“Jadi insentif tidak boleh diberikan sebelum ada kerjanya. Maka ke depan insentif akan diberikan per triwulan,” ujar Jeje

Selain itu Jeje mengatakan, bagi Ketua RT dan RW yang belum memiliki BPJS kesehatan akan menjadi peserta BPJS kesehatan yang preminya ditanggung oleh pemerintah daerah.

“Kalau yang sudah punya, tapi BPJS mandiri, bisa dipindahkan ke BPJS yang ditanggung oleh pemerintah daerah,” ujarnya.***

Continue Reading

BERITA

Mendikbud Izinkan Dana BOS Dipakai Beli Kuota Internet Siswa dan Guru

Published

on

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan dalam waktu dekat akan mengumumkan skema penyederhanaan kurikulum yang bisa diterapkan dalam kondisi darurat.

Pihaknya juga berkomitmen untuk memperbaiki kualitas jaringan termasuk merancang solusi untuk atasi masalah kurikulum dan pengadaan kuota.

“Kami sedang merancang apa yang bisa kami lakukan untuk mengatasi masalah kurikulum dan pengadaan kuota, kami mendengar keluhan ini dan meresponsnya,” lanjut Nadiem saat meninjau SMK Ma’arif NU Ciomas, Bogor, Jawa Barat, (Kamis (30/7/2020).

Dalam kunjungan ke sejumlah sekolah di kawasan Bogor itu, Nadiem mengatakan menampung aspirasi dari para guru tentang masalah yang dihadapi selama melakukan Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ).

Berdasarkan hasil kunjungannya, selain kurikulum dan kuota ada sejumlah tantangan yang paling sering dihadapi orang tua dan siswa dalam menyelenggarakan PJJ.

“Pertama adalah penyediaan sarana pembelajaran, kedua adalah pengadaan kuota, ketiga adalah penyederhanaan kurikulum, dan keempat adalah penerapan pendidikan karakter,” papar Nadiem seperti dilansir dari laman Kemendikbud.

Penggunaan dana BOS hingga kurikulum darurat

Menjawab tantangan tersebut, Nadiem berkomitmen untuk memperbaiki kualitas jaringan. Namun, untuk itu perlu ada kolaborasi antar kementerian dan lembaga terkait untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jaringan.

“Saya sadari kondisi ini sangat serius dan perlu segera diatasi, karena faktor ini adalah penentu penyampaian konten pembelajaran kepada siswa. Saya sangat mengapresiasi perjuangan dan kesabaran para guru dan orang tua yang telah semaksimal mungkin memfasilitasi PJJ bagi anak-anak,” ucap Nadiem di depan para guru SMP Al Ghazaly.

Sedangkan untuk mengatasi masalah kuota, Nadiem mengungkapkan bahwa sejak April lalu Kemendikbud telah melakukan relaksasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membantu sekolah dalam melaksanakan prioritas, termasuk menunjang PJJ.

“Kami menyadari bahwa pelaksanaan pembelajaran jarak jauh bukan hal yang mudah. Apalagi dengan segala keterbatasan, baik infrastruktur berupa sinyal dan listrik, biaya, dan sebagainya. Oleh karena itu, silakan kepala sekolah membeli kebutuhan yang menjadi prioritas sekolah, misalnya pembelian pulsa untuk guru maupun siswa, hand sanitizer, dan lain-lain,” jelas Mendikbud dalam audiensi dengan guru di SDN 1 Polisi.

Sementara itu, dari sisi kurikulum Kemendikbud menjawab bahwa dalam waktu dekat akan mengumumkan skema penyederhanaan kurikulum yang bisa diterapkan dalam kondisi darurat.

“Model pembelajaran saat ini mengedepankan unsur fleksibilitas, jadi sekolah bisa mengatur apa yang cocok untuk kondisi mereka. Lakukan yang terbaik untuk anak. Ketika saya melihat institusi sudah melakukan yang terbaik untuk anak, saya menghargai kreativitas tersebut,” kata Nadiem ketika mengunjungi SMA Regina Pacis, Bogor.

Saat bertemu dengan para pendidik di SDN Polisi 1, Nadiem juga memberikan apresiasi atas kreativitas pembelajaran yang sudah dilakukan selama pandemi COVID-19.

“Saya senang, kepala sekolah dan guru mengambil kebijakan terhadap penerapan kurikulum yang sesuai dengan kondisi saat ini. Siswa dan guru bisa saling berbagi konten pembelajaran dengan guru dan murid-murid yang lain. Itulah guru penggerak,” ucapnya.

Terkait adanya masukan agar Kemendikbud menetapkan satu aplikasi yang sama untuk digunakan secara massal oleh sekolah dalam PJJ, Naidem mengatakan hal tersebut bertentangan dengan konsep merdeka belajar.

“Banyak platform yang bisa menjadi pilihan, kami beri kemerdekaan guru untuk menentukan yang terbaik,” jelasnya.

Nadiem mengatakan bahwa PJJ bukanlah kebijakan Kemendikbud. Justru, kata dia, yang sedang diupayakan bersama adalah bagaimana mengembalikan pembelajaran ke sekolah dengan memastikan keamanan dan kesehatan bagi seluruh warga pendidikan.

“Mari kita gotong-royong untuk berkolaborasi keluar dari krisis ini. Kita lakukan yang terbaik untuk murid-murid kita,” pungkas Nadiem ketika mengakhiri kunjungannya di SMA Muhammadiyah, Bogor.

Continue Reading

BERITA

WHO Sebut Pandemi Corona Akan Berlangsung Lama

Published

on

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan pandemi Corona akan berlangsung panjang dan lama. Hal ini disampaikan dalam komite darurat untuk mengevaluasi krisis akibat COVID-19.

Komite darurat ini menyoroti durasi panjang COVID-19 yang harus diantisipasi dan WHO menyebut respons atas Corona makin menurun karena adanya tekanan sosial-ekonomi di berbagai negara.

“WHO terus menilai tingkat risiko global COVID-19 menjadi sangat tinggi,” kata WHO dalam pernyataan di Panel Darurat Kesehatan Masyarakat Internasional (PHEIC), dikutip dari SCMP.

“Komite menyoroti durasi panjang COVID-19 dan mengantisipasinya dengan memperhatikan upaya berkelanjutan dari komunitas, nasional, regional dan global,” sambungnya.

Virus Corona sendiri telah merenggut nyawa sedikitnya 680 ribu orang dan menginfeksi sekitar 17,6 juta orang di seluruh dunia sejak wabah itu pertama kali muncul di China, Desember lalu.

Komite panel PHEIC mendesak WHO untuk memberikan panduan untuk mengatasi minimnya respons COVID-19 karena adanya tekanan sosial-ekonomi. Mereka juga menyerukan untuk meningkatkan pemahaman tentang epidemiologi dan keparahan COVID-19, termasuk efek kesehatan jangka panjangnya.

Dalam pertemuan tersebut, kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga menyerukan bahwa efek pandemi akan berlangsung lama.

“Sungguh menyedihkan ketika memikirkan bahwa enam bulan lalu kami mendeklarasikan Darurat Kesehatan Global ketika kasus (COVID-19) kurang dari 100 dan tidak ada kematian di luar China,” ujar Tedros.

“Pandemi adalah krisis kesehatan sekali dalam seabad dan dampaknya akan terasa selama beberapa dekade mendatang,” sambungnya.

WHO juga sempat dikritik karena dianggap sangat lama menyatakan COVID-19 adalah kondisi kedaruratan kesehatan internasional.

Continue Reading

BERITA

Idul Adha 1441 Hijriah, Pemkab Pangandaran Siapkan 8 Hewan Kurban

Published

on

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Pemerintah Kabupaten Pangandaran, pada Idul Adha 1441 Hijriah, melaksanakan pemotongan hewan kurban di halaman kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran Drs. Kusdiana, menyampaikan, pada Idul Adha tahun ini Pemda Pangandaran melaksanakan pemotongan hewan kurban berupa 2 ekor sapi, 5 ekor domba dan 1 ekor kambing.

“Alhamdulillah, tahun ini kami bisa melaksanakan kembali kurban yang dibagikan kepada masyarakat,” ujar Kusdiana, usai menyaksikan pemotongan hewan kurban, Jumat (31/7/2020).

Kata Kusdiana, sebelum pemotongan, semua hewan kurban telah diperiksa kesehatan oleh dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pangandaran.

“Alhamdulillah jumlah hewan kurban tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya,” kata Kusdiana.

Ditempat terpisah petugas Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan drh. Rosania mengatakan, sudah satu bulan pihaknya melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi hewan-hewan kurban di bandar yang tersebar di seluruh kecamatan sebelum pelaksanaan pemotongan hewan kurban saat perayaan Idul Adha 1441 Hijriah.

“Kita lakukan pemeriksaan kesehatannya. Kita juga memberikan vitamin agar tidak terserang cacing hati sehingga pada saat pemotongan kondisinya sehat dan layak dikonsumsi,” ujar Rosania.

Kata Rosania, sebagai sample ada 400 ekor sapi dan 10 kambing yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Pangandaran sudah dilakukan pemeriksaan.

Begitu juga hewan kurban yang dipotong di lingkungan Pemda Pangandaran kata Rosania, Sebelumnya disembelih dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

“Alhamdulillah sehat semua tidak ada yang terserang cacing hati,” ujar Rosania.

Namun Dirinya mengakui, hewan untuk kurban yang didatangkan dari luar Pangandaran tidak dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

“Karena kalau hewan kurban dari luar Pangandaran datangnya sudah dekat pada hari H, sehingga tidak sempat diperiksa kesehatannya,” ujar Rosania.

Dirinya mengatakan, dari hasil pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang berasal dari Pangandaran dalam kondisi sehat.

“Syarat untuk hewan kurban itu adalah sudah cukup umur, sehat dan tidak cacat,” pungkasnya.***

Continue Reading

Facebook

Advertisement

Populer

Kejurnas Pacuan Kuda A.E. Kawilarang Memorial Cup 2020, Sukses Digelar di Pangandaran