Jeje Wiradinata dan Jaring Pengaman bagi Nelayan Pangandaran
PANGANDARAN, SPC – Koperasi Unit Desa (KUD) Minasari terus memperkuat sistem jaring pengaman sosial bagi anggotanya di pesisir Pangandaran, Jawa Barat. Langkah ini diwujudkan melalui penyaluran santunan kematian dan berbagai bantuan sosial guna menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga nelayan di tengah ketidakpastian hasil laut.
Ketua KUD Minasari, Jeje Wiradinata, menyerahkan langsung santunan tersebut kepada keluarga almarhum Poniman, salah satu anggota nelayan, di kediamannya. Penyerahan ini merupakan implementasi dari keputusan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang mengamanatkan koperasi untuk hadir dalam setiap kesulitan yang dihadapi anggotanya.
”Program santunan ini diberikan bagi nelayan atau janggol yang meninggal dunia, baik saat melaut maupun di darat,” ujar Jeje saat memberikan sambutan.
Skema Gotong Royong
Sistem santunan ini berbasis pada prinsip gotong royong yang dikelola secara mandiri oleh koperasi. Dana bantuan dihimpun dari iuran anggota sebesar 7 persen dari setiap transaksi penjualan ikan di KUD. Dengan total transaksi yang mencapai Rp 20 miliar pada tahun lalu, dana kematian yang terkumpul diproyeksikan mencapai sekitar Rp 100 juta per tahun.
Adapun besaran santunan yang diberikan meliputi:
- Pemilik kapal (Juragan) mendapatkan santunan sebesar Rp 10.000.000.
- Istri nelayan mendapatkan santunan sebesar Rp 5.000.000.
- Janggol atau pekerja nelayan mendapatkan santunan sebesar Rp 5.000.000.
- Anak nelayan mendapatkan santunan sebesar Rp 2.500.000.
Investasi Pendidikan dan Masa Depan
Tidak hanya berfokus pada kedukaan, KUD Minasari juga menaruh perhatian pada aspek regenerasi dan kesejahteraan jangka panjang. Koperasi memberikan santunan pendidikan sebesar Rp 5.000.000 bagi anak nelayan yang berhasil melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Bagi anggota yang menyelenggarakan hajatan, tersedia bantuan sebesar Rp 3.000.000. Selain itu, jaminan perlindungan juga mencakup bantuan perbaikan mesin atau perahu yang mengalami kerusakan akibat kecelakaan saat melaut.
Untuk menghadapi fluktuasi ekonomi musiman, koperasi rutin membagikan paket Lebaran berupa parsel dan uang tunai, serta bantuan beras saat musim paceklik tiba. Rangkaian program ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan meningkatkan martabat hidup seluruh masyarakat nelayan di Pangandaran.




