PANGANDARAN, SPC – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran menggelar Rapat Evaluasi Pembangunan Daerah Tahun 2025 di Aula Setda Pangandaran pada Rabu, 4 Maret 2025. Forum strategis ini bertujuan untuk menakar capaian pembangunan tahun berjalan sekaligus menyelaraskan target kinerja untuk proyeksi tahun 2026.

​Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Pangandaran, Hj. Citra Pitriyami, S.H., didampingi Sekretaris Daerah Dr. H. Kusdiana, M.M., serta dihadiri oleh jajaran staf ahli, asisten daerah, hingga pejabat Eselon II dan III dari seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab Pangandaran.

Optimalisasi PAD dan Kendali Fiskal

​Dalam arahannya, Bupati Citra Pitriyami menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat kemandirian finansial melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sektor pariwisata kembali menjadi sorotan utama sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

​”Kami terus berupaya memperkuat PAD melalui optimalisasi sektor pajak dan retribusi, khususnya pariwisata yang merupakan unggulan kita,” ujar Citra.

​Ia menambahkan bahwa pengelolaan anggaran kini diarahkan lebih produktif. Fokus utama dialokasikan pada empat pilar:

  1. ​Pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
  2. ​Peningkatan layanan kesehatan.
  3. ​Akses pendidikan yang lebih baik.
  4. ​Penguatan ekonomi berskala desa.

​Menurut Citra, konsistensi dalam pengendalian fiskal saat ini menunjukkan tren positif. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga kapasitas keuangan daerah agar tetap solid dalam menopang program-program prioritas.

Capaian Indikator Makro yang Konstruktif

​Senada dengan Bupati, Sekretaris Daerah Kusdiana memaparkan bahwa indikator makro ekonomi Pangandaran menunjukkan arah perkembangan yang konstruktif. Data tersebut, menurutnya, menjadi landasan kuat untuk mengakselerasi program di tahun mendatang.

​”Pemkab Pangandaran optimistis target pembangunan 2025-2026 dapat tercapai secara efektif dan terukur,” kata Kusdiana.

​Strategi ke depan akan melibatkan sinergi lintas perangkat daerah dengan fokus pada:

  • Peningkatan Kualitas SDM: Melalui pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja lokal.
  • Penguatan Daya Saing: Mendorong inovasi produk lokal dan kemudahan investasi.
  • Penurunan Angka Kemiskinan: Percepatan program bantuan sosial yang tepat sasaran berbasis data.

​Kusdiana menekankan pentingnya koordinasi yang solid dan perencanaan berbasis data agar setiap kebijakan memberikan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Pangandaran.