Ditahan Rusia, Tentara Perempuan Ukraina Alami Penyiksaan

Belasan tentara perempuan Ukraina yang ditangkap oleh pasukan Rusia menjadi sasaran penyiksaan dan perlakuan buruk di penangkaran. Rambut mereka bahkan dipotong botak.

“Lebih dari belasan tentara wanita Ukraina yang ditangkap oleh pasukan Rusia menjadi sasaran penyiksaan dan perlakuan buruk di penangkapan,” menurut seorang pejabat hak asasi manusia Ukraina, seperti dikutip CNN, Rabu 6 April 2022.

Ke-15 wanita itu termasuk di antara 86 tentara yang dibebaskan dari tahanan Rusia pada Jumat.

“Setelah penangkapan mereka oleh pasukan Rusia, para wanita itu dibawa ke Belarus dan kemudian ke pusat penahanan pra-ajudikasi di Bryansk, Rusia, di mana mereka disiksa dan diancam,” ujar Lyudmyla Denisova, Komisaris Parlemen Ukraina untuk Hak Asasi Manusia.

Menurut Denisova, tahanan wanita ditelanjangi di hadapan pria, dipaksa berjongkok, memotong rambut mereka, dan diinterogasi dalam upaya mematahkan semangat mereka. Beberapa wanita juga dipaksa untuk mengambil bagian dalam pembuatan film video propaganda Rusia.

Denisova mengatakan tindakan Rusia merupakan pelanggaran Pasal 13 Konvensi Jenewa terkait Perlakuan terhadap Tawanan Perang. Pasal 13 menyatakan bahwa “tawanan perang harus setiap saat diperlakukan secara manusiawi.”

Baca juga:  Ukraina Timur Membara, 80 Tentara Rusia Tewas

“Saya menyerukan kepada Komisi PBB untuk Investigasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia dari Invasi Rusia ke Ukraina dan misi ahli yang dibentuk oleh negara-negara peserta OSCE di bawah Mekanisme Moskow untuk mempertimbangkan pelanggaran hak-hak tawanan perang Ukraina ini,” ungkapnya.

Denisova sebelumnya mengatakan pada Senin bahwa tawanan perang Ukraina telah menjadi sasaran pemukulan, kelaparan, radang dingin, dan intimidasi saat berada di penangkaran Rusia.

Setelah negosiasi minggu lalu, pertukaran tahanan Ukraina dan Rusia dari 86 dari masing-masing pihak menandai pertukaran tahanan terbesar dalam konflik hingga saat ini.***