Mobil  

Begini Cara Mengurus Balik Nama Mobil

momobil.id – Prosedur balik nama sudah menjadi suatu kewajiban ketika membeli mobil bekas. Balik nama pada BPKB dan STNK merupakan proses penggantian data kepemilikan kendaraan yang sah secara hukum. Untuk melakukan hal ini, ada sejumlah syarat dan langkah yang perlu dipersiapkan. Simak pembahasan mengenai cara mengurus balik nama mobil di bawah ini!

Biaya Balik Nama Mobil

Setelah membeli mobil bekas, biasanya ada dua prosedur yang harus dilakukan, yaitu mutasi dan balik nama mobil. Proses mutasi dilakukan terlebih dahulu untuk mengubah plat nomor mobil. Selanjutnya, proses balik nama dilakukan sebagai pengalihan kepemilikan kendaraan bermotor dari pemilik lama ke pemilik baru.

Ada sejumlah biaya yang harus dibayarkan saat melakukan mutasi dan balik nama kendaraan. berikut daftarnya.

1. Biaya Mutasi Mobil

Besaran biaya mutasi mobil telah diatur dalam PP No. 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Terdapat beberapa komponen yang wajib dibayarkan saat mutasi mobil, antara lain:

  • Biaya penerbitan STNK = Rp200.000,-
  • Biaya penerbitan TNKB = Rp100.000,-
  • Tarif cetak atau ganti BPKB = Rp375.000,-
  • Biaya surat mutasi = Rp250.000,-
  • Cek fisik mobil = Rp25.000,-

2. Biaya Balik Nama Mobil

Prosedur dan biaya balik nama kendaraan di setiap daerah berbeda-beda tergantung pemerintah daerah masing-masing. Oleh karena itu, pemilik mobil perlu mengecek biaya balik nama secara online sebelum mendatangi kantor Samsat.

Berikut ini merupakan daftar biaya balik nama mobil:

  • Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) = 1% dari harga mobil atau 2/3 dari jumlah PKB (DKI Jakarta).
  • Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) = Rp143.000,- untuk kendaraan non-angkutan umum.
  • Biaya pendaftaran = Rp75.000 – Rp100.000

Prosedur Balik Nama Mobil

Pengurusan balik nama mobil bekas dan mobil baru dilakukan dalam dua tahap, yaitu pengurusan di kantor Samsat tempat mobil terdaftar dan tempat pemilik kendaraan. Pada umumnya, setiap daerah memiliki syarat dan cara balik nama kendaraan yang berbeda. Oleh karena itu, pemilik mobil perlu mencari kembali informasi terkait balik nama kendaraan di wilayah masing-masing.

Baca juga:  Mobil listrik Neta V masuk Malaysia, harga Rp 328 juta

1. Dokumen yang Wajib Disediakan

Berikut ini merupakan sejumlah dokumen yang wajib disiapkan saat mengurus balik nama kendaraan.

  • Fotokopi Kartu Identitas Penduduk (KTP) pemilik kendaraan yang terbaru.
  • Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) asli dan fotokopi.
  • Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) asli dan fotokopi.
  • Dokumen hasil cek fisik kendaraan.
  • Kuitansi pembelian mobil asli dan fotokopi yang dilengkapi materai Rp10.000 serta ditandatangani oleh penjual dan pembeli.

2. Tahap Pertama Proses Balik Nama

Proses balik nama kendaraan tahap pertama dilakukan di Samsat daerah mobil terdaftar. Berikut merupakan cara mengurus balik nama mobil.

  • Mendatangi Samsat terdekat di daerah mobil terdaftar.
  • Mengunjungi loket cek fisik dan membayar biaya cek fisik kendaraan. Petugas Samsat akan mengecek fisik kendaraan sekaligus bagian nomor rangka dan nomor mesin.
  • Setelah cek fisik, kinjungi loket pendaftaran balik nama, kemudian bayar biaya pendaftaran.
  • Isi formulir yang diberikan sesuai dengan informasi dalam STNK mobil.
  • Menyerahkan dokumen persyaratan beserta formulir yang telah diisi ke petugas Samsat untuk selanjutnya dimutasi ke kantor Samsat tujuan sesuai KTP.
  • Arsip dokumen lengkap mobil akan diberikan oleh petugas.
  • Melanjutkan proses balik nama ke kantor Samsat tujuan.

3. Tahap Kedua Proses Balik Nama

Setelah mengikuti tahap pertama proses balik nama, berikut ini merupakan tahapan kedua, yaitu mendatangi kantor Samsat sesuai atau yang terdekat dengan domisili KTP.

  • Mendatangi kantor Samsat tujuan.
  • Lakukan cek fisik kendaraan. Sambil menunggu petugas mengecek kendaraan, pengaju wajib mengisi dokumen yang diberikan dari loket 1.
  • Menyerahkan seluruh dokumen ke petugas Samsat, kemudian menuju loket mutasi BPKB.
  • Mengisi formulir yang diberikan di loket mutasi BPKB, kemudian sertakan fotokopi KTP dan lunasi biaya mutasi balik nama mobil.
  • Menyerahkan dokumen formulir yang teklah diisi dan bukti pembelian mobil ke loket BPKB online. Pengaju akan mendapatkan tagihan BPKB online yang wajib dibayar. Simpan bukti pembayaran BPKB dan jangan sampai hilang.
  • Membayar biaya penerbitan STNK di loket pembayaran. Simpan bukti pembayarannya,
  • Menyerahkan fotokopi STNK dan fotokopi pembayaran pajak STNK ke loket BPKB online.
  • Menyerahkan fotokopi STNK dan pembayaran pajak STNK ke loket plat nomor. Pengaju akan diberikan plat nomor baru.
  • Menerima STNK dan BPKB sesuai dengan data kepemilikan baru.
Baca juga:  Barisan PAX West 2023 menyatukan beberapa nama game terbesar

Baca Juga: Ini Syarat Ubah STNK dan BPKB Apabila Mengubah Warna Kendaraan

Prosedur Balik Nama Mobil Perusahaan

Pada umumnya, mobil operasional sebuah perusahaan akan dijual dengan harga yang lebih murah. Tidak sedikit orang yang membeli mobil bekas perusahaan karena harganya cukup terjangkau. Bagi yang tertarik untuk meminang mobil bekas perusahaan, berikut ini merupakan cara mengurus balik nama kendaraannya.

1. Dokumen yang Perlu Disiapkan

Berikut ini merupakan sejumlah dokumen yang diperlukan sebagai syarat balik nama mobil dari perusahaan ke perorangan.

  • BPKB asli
  • STNK dan surat pelepasan hak dari perusahaan yang memiliki kendaraan
  • Fotokopi KTP pemilik baru
  • Fotokopi tanda daftar perusahaan
  • KTP pemilik perusahaan
  • Kuitansi

Apabila pemilik perusahaan ingin membeli mobil bekas perorangan, berikut dokumen yang diperlukan sebagai syarat balik nama.

  • STNK asli dan fotokopi atas nama pemilik perseorangan sebelumnya
  • BPKB asli dan fotokopi atas nama pemilik perseorangan sebelumnya
  • SIUP (Surat Izin Perdagangan) milik perusahaan asli dan fotokopi
  • SDKP (Surat Keterangan Domisili Perusahaan) asli dan fotokopi
  • NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) milik perusahaan dan fotokopinya
  • Kuitansi asli pembelian kendaraan beserta tanda tangan dari pemilik mobil sebelumnya, dan fotokopinya
  • Keterangan cek fisik kendaraan
  • Surat kuasa dari penanggung jawab perusahaan 2 lembar. Satu untuk proses balik nama STNK, satu lagi untuk penerbitan BPKB baru.
Baca juga:  Soal Banyak Pemain Real Madrid yang Berumur, Begini Jawaban Ancelotti

2. Prosedur

Berikut ini merupakan prosedur balik nama kendaraan atas nama perusahaan.

  • Ambil nomor antrian sebanyak 2 lembar. Satu untuk pihak Samsat dan satu lagi untuk pengurusan pajak.
  • Isi formulir yang disediakan sesuai data.
  • Menyerahkan dokumen persyaratan yang sudah disiapkan beserta formulir yang sudah diisi ke bagian loket pendaftaran.
  • Antri untuk mendapatkan slip setoran.
  • Melakukan pembayaran di kasir dengan nominal yang tercatat dalam slip setoran.
  • Menunggu proses antrian, dan STNK langsung bisa didapatkan.

Balik Nama Mobil Online

Melakukan balik nama mobil bisa dilakukan secara online. Salah satu situs Bapenda yang menyediakan cek biaya balik nama mobil secara online adalah Bapenda Provinsi Jawa Barat. Berikut ini merupakan prosedur mengecek biaya balik nama secara online.

  • Membuka lama bapenda.jabarprov.go.id.
  • Pilih menu Samsat, kemudian pilih pajak kendaraan bermotor.
  • Masukan nomor registrasi kendaraan atau nomor polisi kendaraan.
  • Isi warna plat nomor kendaraan atau TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor).
  • Isi Captcha, kemudian klik cari.
  • Pengguna akan diberikan informasi mengenai mobil, termasuk pajak yang perlu dibayarkan atau biaya balik nama kendaraan.

Itulah cara yang bisa dilakukan untuk pengurusan balik nama mobil. Untuk tips dan trik lainnya dari momobil.id, klik di sini!