Sabtu, 18 Maret 2023, 09:05 WIB

Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung di All England 2023 (Foto: PBSI)

BIRMINGHAM – Tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung mengaku puas dengan penampilannya di All England 2023. Meski harus berhenti di perempat final, Gregoria merasa sudah memberikan yang terbaik di edisi kali ini.

Langkah Gregoria terhenti setelah dikalahkan utusan China, Chen Yu Fei. Petenis peringkat 14 dunia itu kalah dua game langsung dengan skor ketat 22-24 dan 21-23 di Utilita Arena di Birmingham, Inggris pada Jumat (17/3/2023) kemarin.

Meski jatuh, Gregoria tidak sedikit pun kecewa. Selain sudah mencapai target lolos ke perempat final, pemain kelahiran Wonogiri itu mengaku senang bisa beradu taktik dengan Chen Yu Fei. Pasalnya, terakhir kali mereka bertemu adalah di BWF World Tour Finals yang berlangsung pada Juli 2022.

“Pertama, saya ingin berterima kasih karena saya berhasil mencapai tujuan. Sejujurnya, saya sangat senang bisa bermain dengan Chen Yu Fei lagi setelah World Tour Finals tahun lalu. Bagi saya, senang bisa bermain dengan pemain yang jauh di atas saya karena selain bisa melawan mereka di lapangan, saya juga bisa belajar banyak,” ujar Gregoria dalam keterangan resmi PBSI, Sabtu. (18/3/2023).

“Secara keseluruhan, senang dengan pertandingan hari ini, tapi belum puas. Malah saya ingin membuat kejutan seperti yang saya katakan kemarin”, lanjutnya.

Gregoria menjelaskan faktor yang menyebabkan dirinya kalah dari Chen Yu Fei pada pertandingan tersebut. Ia juga ingin memperbaiki handicapnya agar bisa konsisten tampil di setiap turnamen yang dihadapinya.

Ikuti berita Sportsstars di berita Google