Yuk Menikmati Sangat Indah nya Candi Cetho di kaki Gunung lawu, Tawangmangu
Menjelajahi Jawa Tengah tidak lengkap rasanya jika belum melihat dan mengunjungi tempat-tempat bersejarah sejak zaman dahulu kala, Jawa Tengah sendiri memang terkenal dengan berbagai candi yang merupakan peninggalan dari zaman kerajaan ratusan tahun yang lalu, salah satunya Situs Candi.

Tentang Candi Cetho

Candi Cheto merupakan candi yang terletak di Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, tepatnya di kaki Gunung Lawu. Candi ini konon sudah ada sejak abad ke-15 Masehi dan diyakini candi ini dibangun pada masa pemerintahan Majapahit.
Dibutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 jam dari Kota Solo untuk mencapai lokasi Candi Cetho menggunakan kendaraan roda empat. Tiket masuk ke situs candi ini sangat terjangkau, hanya Rp 10.000, dengan beberapa fasilitas yang cukup lengkap seperti mushola, parkir yang luas, toilet, tempat sampah, bahkan kafe atau warung makan.
Berbeda dengan candi pada umumnya, candi ini memiliki bangunan lain seperti petilasan, arca, susunan batu dan taman.
Letaknya yang berada di kaki Gunung Lawu menjadikan suasana pura ini segar dan memiliki keindahan tersendiri, hal ini terlihat ketika dalam perjalanan pengunjung akan disuguhkan pemandangan alam yang luar biasa seperti perbukitan yang hijau, perkebunan teh, berbagai pemandangan. , bahkan air terjun.
Candi ini telah mengalami beberapa kali renovasi sejak bentuk awalnya dan kini memiliki 9 anak tangga. Saat memasuki kawasan pura ini, pengunjung akan menjumpai gapura ganda yang biasa disebut Candi Bentar sebagai pura penyambutan. Di kawasan ini pengunjung akan melihat keindahan Kota Tawangmangu dari ketinggian.
Setelah melewati pintu tersebut, pengunjung menemukan sebuah taman dan beberapa reruntuhan yang merupakan jejak nenek moyang masyarakat setempat.
Di dalam rundak terdapat susunan bebatuan dan patung, salah satu yang menarik disini adalah batu kura-kura raksasa yang memiliki makna sebagai simbol penciptaan alam semesta yang dijaga oleh dua buah patung di sisi kanan dan kirinya. Selain batu kura-kura, ada sebuah batu panjang yang ia beri nama lingga, yaitu batu yang mirip dengan alat kelamin laki-laki, karena batu tersebut secara historis menjadi simbol awal atau proses penciptaan manusia.
Pengumuman. Gesek ke bawah untuk melanjutkan
Dari sini pengunjung juga akan dimanjakan dengan pemandangan puncak Gunung Lawu yang jelas.
Ada beberapa bentuk batu lain yang menyerupai katak, kepiting, dan rajungan. Selain itu pengunjung akan menjumpai dua buah bangunan candi yang berjajar relief yang menggambarkan kisah masa lalu, terdapat dua arca yang cukup terkenal yaitu arca Sabdopalon dan Nayageggong.
Di tingkat berikutnya terdapat sebuah candi yang disebut Candi Sukuh yang digunakan sebagai tempat upacara bagi umat Hindu. Ada juga pendopo dan petilasan yang juga digunakan sebagai acara ruwatan atau berbagai kegiatan keagamaan umat Hindu.


Yang menarik dari Candi Cetho ini adalah adanya sebuah bangunan yang digunakan untuk upacara partisan atau dulunya digunakan sebagai tempat meditasi atau penyucian bagi umat Hindu. Tidak jauh dari tempat ini terdapat sebuah pura yang disebut Candi Kethek atau yang berarti kera karena di pura tersebut terdapat sekumpulan kera.



