Tokoh Pangandaran Dadang Solihat Tutup Usia
PANGANDARAN, SPC — Kabar duka menyelimuti masyarakat di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Salah satu tokoh masyarakat dan mantan birokrat senior, H. Dadang Solihat, S.Pd., M.Pd., atau yang lebih dikenal dengan sapaan Dadang Okta, meninggal dunia pada Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Pria kelahiran Cijulang, 20 Juli 1973, tersebut mengembuskan napas terakhir di sebuah klinik di wilayah Kondangjajar, Cijulang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Dadang wafat diduga akibat serangan jantung.
Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pangandaran, Otang Tarlian, membenarkan kabar tersebut saat dikonfirmasi. “Ya, (beliau) meninggal dunia. Tadi karena penyakit jantung,” ujar Otang singkat.
Suasana Haru di Rumah Duka
Pantauan di lokasi menunjukkan gelombang pelayat terus berdatangan ke rumah duka. Sejak sore hari, halaman rumah hingga badan jalan di sekitar kediaman almarhum dipadati oleh ratusan warga, kerabat, hingga sejumlah pejabat daerah yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
Beberapa unit kendaraan taktis Satpol PP dan kepolisian tampak bersiaga untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi yang kian padat. Isak tangis pecah di antara kerumunan pelayat saat jenazah tiba. Kepergian sosok yang dikenal ramah dan mudah bergaul ini dirasakan sebagai kehilangan besar bagi masyarakat pesisir Pangandaran.
”Sangat mendadak. Beliau orang baik dan sangat aktif di tengah masyarakat. Kami tidak menyangka kepergiannya secepat ini,” ujar salah seorang warga yang melayat.
Jejak Pengabdian
Dadang Solihat memiliki rekam jejak yang panjang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran. Sebelum terjun ke dunia politik, ia merupakan seorang birokrat yang menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pangandaran. Di bawah kepemimpinannya, sektor pendapatan daerah menjadi salah satu fokus utama pembangunan kabupaten yang mengandalkan sektor pariwisata tersebut.
Dedikasinya terhadap daerah membawa Dadang ke gelanggang politik pada Pilkada 2024 lalu. Ia maju sebagai calon Wakil Bupati Pangandaran berpasangan dengan Ujang Endin Indrawan, dengan dukungan koalisi besar termasuk PKB dan Partai Gerindra. Meski hasil kontestasi belum membawanya ke kursi kepemimpinan daerah, sosoknya tetap dipandang sebagai tokoh penting yang memiliki pengaruh kuat di akar rumput.
Hingga berita ini diturunkan, jenazah disemayamkan di rumah duka dan rencananya akan dimakamkan di tempat pemakaman keluarga. Kepergian almarhum di usia 52 tahun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta masyarakat Pangandaran yang mengenal kiprahnya baik di jalur birokrasi maupun sosial.





