Sambut Arus Mudik dan Wisata Lebaran, Pemkab Pangandaran Siagakan Puskesmas 24 Jam di Jalur Utama
PANGANDARAN, SPC – Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, memperkuat layanan kesehatan di sepanjang jalur utama mudik dan kawasan wisata menjelang hari raya Idul Fitri 2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan pemudik serta wisatawan yang diperkirakan akan memadati wilayah pesisir selatan tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Yadi Sukmayadi menjelaskan, sejumlah fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) telah disiapkan untuk memberikan pelayanan medis yang cepat dan terintegrasi bagi masyarakat.
”Fasilitas kesehatan ini disiapkan khusus untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat lokal maupun wisatawan yang akan menghabiskan masa libur Lebaran di Kabupaten Pangandaran,” ujar Yadi dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026).
Pemetaan Titik Pelayanan
Untuk memastikan jangkauan layanan yang merata, Dinas Kesehatan telah memetakan 15 puskesmas yang terbagi dalam dua kategori jalur. Fokus utama terletak pada sembilan puskesmas yang berada tepat di jalur protokol atau jalur utama yang dilalui pemudik.
Adapun sembilan puskesmas di jalur utama tersebut meliputi Puskesmas Padaherang, Sidamulih, Kalipucang, Pangandaran, Cikembulan, Parigi, Cijulang, Cimerak, dan Langkaplancar.
Selain di jalur utama, layanan kesehatan juga disiagakan di jalur non-protokol atau jalur alternatif untuk menjamin aksesibilitas warga di wilayah pelosok.
”Fasilitas kesehatan di jalur non-protokol tetap kami siagakan, yakni Puskesmas Mangunjaya, Sidamulih, Selasari, Langkaplancar, Jadikarya, serta Cigugur,” tambah Yadi.
Respon Cepat Tim Medis dan Ambulans Motor
Aspek sumber daya manusia menjadi perhatian serius Pemkab Pangandaran. Yadi memastikan bahwa tenaga medis yang diterjunkan terdiri dari lintas profesi yang kompeten, mulai dari dokter spesialis hingga tenaga administrasi.
Seluruh personel kesehatan akan disebar di RSUD Pandega, puskesmas, serta unit Public Safety Center (PSC) 119. Mereka akan bekerja secara bergiliran (shift) untuk menjamin pelayanan tetap berjalan optimal selama 24 jam penuh.
”Tenaga kesehatan yang disiagakan meliputi dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, hingga sopir ambulans,” jelasnya.
Menyadari potensi kemacetan di titik-titik wisata, pihak kedinasan juga menyiagakan armada motor selain mobil ambulans konvensional. Penggunaan motor dinilai lebih efektif untuk melakukan respon cepat (quick response) saat terjadi kondisi darurat di tengah kepadatan lalu lintas.
”Ambulans dan armada motor disiagakan 24 jam sebagai antisipasi jika ada warga atau wisatawan yang sakit, atau terjadi kecelakaan laut di kawasan wisata,” tutur Yadi.
Pemerintah Kabupaten Pangandaran berharap, dengan kesiapan infrastruktur dan tenaga medis ini, momen mudik dan libur Lebaran 2026 dapat berjalan lancar dengan risiko fatalitas kesehatan yang terminimalisir.



