BERITA  

Ratusan Pelaku Entertainment Minta Solusi Hadapi Pandemi Corona

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Ratusan pelaku entertainment seperti pelaku seni, pemilik tenda, fotografer, pemilik sound sistem, rias pengantin dan lainnya di Pangandaran, mendatangi gedung Islamic Centre Pangandaran, Kamis, (25/6/2020) kemarin.

Kedatangan ratusan pelaku entertainment untuk bertemu dengan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, untuk menyampaikan keluhannya yang dialami sejak pandemi Covid-19.

Pertemuan juga dihadiri oleh Asisten I Rida Nirwana dan Kepala BPBD Kab Pangandaran Nana Ruhena sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 serta Kepala Bagian Hukum Setda Syarif Hidayat.

Dalam pertemuan itu beberapa perwakilan pelaku entertaiment meminta Pemerintah Kabupaten Pangandaran, mencari solusi yang terbaik di saat penerapan new normal.

Para pelaku entertaiment mengaku sudah 4 bulan lamanya tidak mendapatkan penghasilan karena dampak dari Pandemi Covid-19.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, dapat memaklumi kedatangan para pelaku entertainment untuk menyampaikan persoalan yang dialami.

“Iya mereka sudah 4 bulan tidak mendapatkan pendapatan. Mereka datang ke saya untuk mencari jalan keluarnya,” ucap Jeje, Jumat, 26 Juni 2020.

Dirinya juga sudah menyampaikan kepada para pelaku entertaiment bahwa penerapan new normal baru berjalan 3 minggu, tentunya kehidupan normal yang akan dilalui adalah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dimana kehidupan ini berbeda dengan kehidupan kemarin.

Baca juga:  Pandemi Covid-19, Pengusaha Nata De Coco di Pangandaran Menjerit

“Ada protokol kesehatan. Apa yang biasanya boleh, sekarang gak boleh. Oleh karena itu kita akan membuat tim,” ujarnya.

Menurut Jeje, ada 9 kelompok dari pelaku entertaiment untuk menghadap Gugus Tugas Covid-19 Kab Pangandaran, untuk berunding bagaimana aturan yang akan diterapkan agar ekonomi dan aktifitas tetap berjalan namun kesehatan tetap terjaga.

Dirinya menargetkan, Kamis depan, akan saya tandatangani dan menjadi kesepakatan bersama dalam pelaksanaan hajatan atau resepsi pernikahan dan sebagainya.

“Nanti poin-poin nya dari mereka, nanti dikaji mana yang boleh dan mana yang tidak sehingga menjadi kesepakatan dan edaran bersama,” pungkasnya.***