Pelaku Wisata di Pangandaran Berkomitmen Tak Ikut-ikutan Kibar Bendera

  • Bagikan

Para pengusaha hotel dan restoran, bersama pelaku usaha pariwisata berkomitmen untuk bersinergi dengan Pemda Kabupaten Pangandaran untuk menekan penyebaran Covid 19 di saat pemberlakuan PPKM level 4.

Keputusan tersebut berdasarkan hasil pertemuan yang digagas BPC PHRI Kabupaten Pangandaran bersama para pelaku usaha pariwisata, Kamis (29/7/2021) malam tadi.

Ketua BPC PHRI Kabupaten Pangandaran Agus Mulyana menyadari bahwa ditutupnya seluruh objek wisata dan pemberlakuan PPKM level 4 telah mengganggu roda perekonomian disemua sektor, termasuk pariwisata.

“Namun kita telah sepakat, tidak akan ikut-ikutan mengibarkan bendera,” tegasnya.

Justru kata Agus, pihaknya berkomitmen untuk membantu langkah Pemkab Pangandaran dalam menurunkan Level sebaran Covid-19.

“Kita berusaha atasi akar permasalahannya. Jika sekarang Pangandaran masuk level 3, maka harus bisa turun minimal ke level 2 sehingga ada kelonggaran dalam beraktivitas dan mudah-mudahan pariwisata di Pangandaran kembali dibuka,” terangnya.

Menantikan Bantuan Provinsi Jawa Barat

Sebanyak 7.685 orang pelaku usaha pariwisata di seluruh objek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran saat ini sedang menantikan bantuan Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat.

Baca juga:  PD Nasyiatul Aisyiyah Pangandaran Gelar Santunan Anak Yatim

Saat ini ribuan pelaku usaha pariwisata itu tengah melakukan verifikasi data, berharap bisa mendapatkan bantuan berupa uang tunai.

“Nominalnya kami belum tahu, yang jelas bantuan tunai. Dan saat ini baru saja selesai rapat koordinasi dengan semua perwakilan kelompok usaha pariwisata dan langsung dilakukan verifikasi atau pendataan,” kata Agus Mulyana, Jumat (30/7/2021).

Dia mengatakan semua pelaku usaha pariwisata mulai dari karyawan hotel, pedagang kaki lima, tour guide, penyewaan sepeda dan lainnya diberi kesempatan untuk mengajukan bantuan tersebut.

“Memang banyak, 7.685 orang itu bukan hanya pelaku usaha di pantai Pangandaran saja tapi mencakup semua objek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran. Kan untuk pegawai hotel saja sudah ada 2.000 orang belum yang lainnya,” kata Agus.

Dia berharap pemberian bantuan ini bisa berjalan lancar atau semua pihak yang benar-benar pelaku usaha pariwisata dan terdampak pandemi COVID-19 bisa terakomodasi bantuan tersebut.

Dengan demikian rencana pemberian bantuan ini tidak menimbulkan konflik atau permasalahan baru. “Mudah-mudahan lancar, semua kebagian,” kata Agus.***

  • Bagikan