Motor Pemuda Asal Ciamis Raib di Pantai Pangandaran, Korban Rugi Rp 8,5 Juta
PANGANDARAN, SPC – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali menyasar kawasan wisata di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Seorang pemuda asal Ciamis, Hendrik Prayoga (19), kehilangan sepeda motor Honda Beat miliknya saat tengah menikmati suasana sore di pesisir pantai, Kamis (26/2/2026).
Insiden tersebut terjadi di wilayah Dusun Karangsari, Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, tepatnya di area parkir samping lapangan voli yang tidak jauh dari bibir pantai.
Kronologi kejadian
Peristiwa bermula saat Hendrik, warga Desa Pasir Negara, Kecamatan Pamarican, memarkirkan motor Honda Beat warna merah bernomor polisi Z 3415 YT sekitar pukul 17.10 WIB.
Sebelum meninggalkan kendaraan untuk menuju pantai bersama rekannya, Pajriah (18), korban mengaku sudah memastikan motornya dalam posisi aman.
”Kendaraan sudah diparkir dalam kondisi terkunci ganda,” tulis laporan berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian.
Namun, hanya berselang beberapa saat setelah korban kembali dari pesisir pantai, motor tersebut sudah raib dari tempat semula. Hendrik sempat berupaya mencari di sekitar lokasi dan bertanya kepada warga setempat, namun hasilnya nihil.
Penyelidikan polisi
Akibat kejadian ini, korban ditaksir mengalami kerugian materiil sebesar Rp 8,5 juta. Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Pangandaran untuk ditindaklanjuti.
Pihak kepolisian segera bergerak melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk rekan korban dan warga sekitar bernama Nurdian (46).
Diduga kuat, pelaku memanfaatkan kelengahan di area parkir terbuka yang minim pengawasan untuk melancarkan aksinya.
Imbauan untuk wisatawan
Menanggapi kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau para wisatawan dan warga setempat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memarkirkan kendaraan di area publik yang terbuka.
”Masyarakat diharapkan menggunakan kunci pengaman tambahan atau memilih lokasi parkir yang terpantau petugas guna meminimalisir risiko tindak kejahatan,” bunyi pernyataan resmi kepolisian setempat.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan pendataan kendaraan untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku.




