Lonjakan Kasus COVID-19 Terjadi, Pangandaran Masih Zona Kuning

  • Bagikan

Lonjakan kasus konfirmasi COVID-19 terjadi di Kabupaten Pangandaran. Pada Selasa (8/6) ditemukan 25 kasus positif baru. Namun demikian lonjakan kasus ini tidak berpengaruh kepada status risiko penularan di Pangandaran.

Data Satgas COVID-19 Pangandaran menunjukan pada Senin (7/6) tercatat ada 98 pasien positif, 26 dirawat dan 72 menjalani isolasi mandiri. Kemudian pada hari Selasa (8/6) terjadi kenaikan menjadi 123 kasus, 31 dirawat dan 92 isolasi mandiri.

“Iya ada kenaikan, sekitar 20-an kasus baru. Tapi Pangandaran tetap zona kuning,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pangandaran Yani Ahmad Marzuki, Rabu (9/6).

Dia menjelaskan kenaikan terjadi di beberapa desa di wilayah Kecamatan Pangandaran. “Mayoritas berasal dari klaster keluarga,” kata Yani.

BACA JUGA :  Peduli UMKM, Himabis FISIP Unpad Akan Menggelar BURNFest di Pangandaran

Tidak Terkait Kegiatan Pariwisata

Dia mengatakan temuan kasus positif baru itu tidak terkait dengan kegiatan pariwisata atau mudik. Selain itu Yani mengatakan, Pangandaran masih zona kuning karena 4 indikator risiko penularan masih dibawah ambang batas.

Dijelaskan, tingkat kematian pasien berada di angka 2,4 persen. Tingkat kesembuhan berada di angka 93 persen, rasio jumlah tempat tidur terhadap pasien atau BOR berada di angka 40 persen kemudian kasus aktif berada di angka 8 persen.

“Tapi walaupun secara statistik zona kuning, kita harus tetap waspada. Upaya-upaya pencegahan dan penanganan terus kami lakukan,” kata Yani.***

  • Bagikan