PANGANDARAN, SPC — Di tengah debu jalanan dan deru mesin kendaraan pemudik yang memadati jalur Pangandaran, sebuah momen senyap namun menyentuh terekam kamera. Bukan soal kemacetan atau angka kecelakaan, melainkan tentang sepasang kaki tua yang menyerah pada rasa lelah.

​Kejadian bermula saat personel Polres Pangandaran yang tengah bertugas dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 mendapati seorang lansia tertatih di pinggir jalan. Pria senja itu tampak kehabisan tenaga. Kepada petugas, ia hanya membisikkan satu keinginan sederhana: beristirahat di masjid.

​Namun, jarak beberapa puluh meter menuju Masjid Besar Al-Istiqomah terasa bak berkilo-kilometer bagi raga yang sudah ringkih tersebut. Tanpa banyak bicara, salah satu personel polisi berpangkat Bintara segera mengambil inisiatif. Ia memunggungi sang kakek, membiarkan tangan keriput itu merangkul lehernya, lalu menggendongnya perlahan melewati barisan sepeda motor yang terparkir.

​”Langkahnya terhenti, namun kepedulian tak pernah berhenti,” tulis akun resmi @polrespangandaran dalam unggahan yang kemudian viral di media sosial.

​Aksi ini seolah menjadi oase di tengah ketatnya penjagaan arus mudik tahun ini. Di balik seragam cokelat dan mandat menjaga kelancaran lalu lintas, terselip fragmen kemanusiaan yang mengingatkan publik bahwa tugas pengabdian tidak melulu soal regulasi, tapi juga soal hati.

​Kini, sang kakek telah beristirahat di selasar masjid, sementara sang polisi kembali ke aspal panas, melanjutkan tugasnya menjaga jalur Pangandaran. Sebuah potret kecil yang membuktikan bahwa di setiap langkah pengabdian, kemanusiaan seharusnya selalu hadir.