MerahPutih.com – Presiden DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi mengaku lebih senang jika Pemprov DKI menggelar salat Idul Fitri 1444 Hijriah di Masjid Prefektur Fatahillah ketimbang di tempat lain.

“Jadi kalau ASN dan pejabat mau salat Idul Fitri 1444H di Masjid Fatahillah Balai Kota, itu wajar,” tulis Prasetyo di akun resmi pribadinya @prasetyoedimarsudi, Jumat (7/4).

Baca juga:

DPRD DKI meminta Dishub menambah kuota mudik gratis tahun depan

Menurutnya, ada keuntungan jika Pemprov DKI menyelenggarakan salat Id di kantornya, yakni memudahkan pegawai untuk salat daripada mencari tempat lain yang jauh dari lingkungan kerja.

“Karena mereka sangat menginginkan sesuatu yang sederhana untuk memperingati Hari Raya di lingkungan kerja bersama keluarganya, setelah itu mungkin bisa digunakan untuk saling bersilaturahmi,” terangnya.

Sebelumnya, Perwakilan (Pj) Heru Budi Hartono tidak akan menggunakan Stadion Internasional Jakarta (JIS) untuk pelaksanaan salat Idul Fitri 2023/1444 Hijriyah.

Pj Heru lebih memilih Balai Kota DKI di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat sebagai tempat pelaksanaan salat Id tahun ini.

“Oh iya solatnya di sini (Balai DKI),” kata Plt Heru, Rabu (5/4).

Baca juga:

DPRD DKI Apresiasi Rencana Heru Budi Terbitkan Ingub untuk Cegah Pejabat Pemprov Tunjukkan Kekayaannya

Namun, Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) enggan membeberkan alasan Pemprov DKI tak lagi melaksanakan salat Idul Fitri di JIS, Jakarta Utara.

“Tidak apa-apa, tidak apa-apa,” kata Pj DKI 1.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diketahui pernah melaksanakan salat Idul Fitri 1443 Hijriah di Jakarta International Stadium (JIS) Jakarta Utara. Tak hanya salat Idul Fitri, Anies juga melakukannya saat Idul Adha.

Menurut informasi yang beredar, lebih dari 200.000 jamaah mengikuti salat Idul Fitri 2023 di JIS. (asp)

Baca juga:

Ketua DPRD DKI menyebut biaya operasional JIS mencapai Rp 220 miliar per tahun



Source link