Polemik Lahan Cisodong Berakhir Damai, Jeje Minta SPP dan Warga Taati Hukum
PANGANDARAN — Mantan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, memediasi perselisihan antara warga, buruh kebun penyadap, dan Serikat Petani Pasundan (SPP) di Dusun Cisodong, Desa Cempaka, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran. Pertemuan yang digelar pada Jumat tersebut menyepakati penghentian polemik yang sempat memicu keresahan warga setempat.
Dalam pertemuan yang dihadiri puluhan warga, tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus SPP tersebut, Jeje menekankan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah dan menjalin silaturahmi di atas kepentingan persaingan maupun sengketa lahan.
”Hari ini kita semua sepakat untuk berdamai. Tidak ada lagi persoalan-persoalan yang mengganjal di antara kita. Kita sepakat tidak akan lagi melihat ke belakang siapa yang salah, karena tidak akan selesai. Hari ini kita menjadi sahabat,” tegas Jeje di hadapan warga yang hadir.
Tiga Catatan Silaturahmi
Terkait dengan dorongan kepastian reforma agraria yang disuarakan oleh SPP, Jeje menyampaikan bahwa penyelesaian dinamika pertanahan dan mata pencaharian warga harus berpijak pada koridor hukum serta daya dukung lingkungan. Ia memberikan tiga saran utama bagi semua pihak:
- Patuhi Aturan Hukum: Segala bentuk pengelolaan lahan atau gerakan reforma agraria wajib disesuaikan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
- Jaga Konservasi: Potensi dan daya dukung daerah serta prinsip-prinsip konservasi lingkungan harus tetap dijaga dengan baik.
- Saling Menghormati: Masing-masing pihak harus saling mengendalikan diri dan menghormati perbedaan tanpa menimbulkan rasa takut atau intimidasi.
Jeje menambahkan, kehadiran dirinya di Dusun Cisodong murni atas nama pribadi guna memfasilitasi komunikasi dan mengembalikan rasa aman bagi warga.
Respons SPP dan Tokoh Masyarakat
Langkah mediasi ini disambut positif oleh Dewan Penasehat SPP Kabupaten Pangandaran, Ahmad Irfan Alawi—yang akrab disapa Asep Irfan. Mewakili pihak SPP, Asep Irfan menyambut baik kesepakatan damai demi keharmonisan bersama di lapangan.
”Mudah-mudahan pertemuan silaturahmi kali ini menyelesaikan semua polemik antara teman-teman SPP dengan masyarakat, khususnya buruh kebun di sini. Mudah-mudahan tidak ada lagi gesekan ke depan dan kita bisa saling membantu untuk kesejahteraan bersama,” ujar Asep Irfan usai mediasi.
Apresiasi senada diutarakan oleh tokoh masyarakat setempat. Ia menilai kehadiran fasilitasi ini sangat penting untuk meredam kekhawatiran warga yang selama ini diselimuti rasa takut.
”Hatur nuhun Pak Jeje atas upaya fasilitasinya. Warga masyarakat yang sebelumnya merasa takut, alhamdulillah kini merasa lebih tenang, aman, dan sehat,” tuturnya.
Melalui kesepakatan damai ini, aktivitas kemasyarakatan di Dusun Cisodong—khususnya bagi para petani dan buruh kebun penyadap—diharapkan kembali berjalan kondusif tanpa dibayang-bayangi konflik berkepanjangan.



