BERITA  

Heboh Pesan Berantai Razia Masker Mulai Malam Ini, Ida Nurlaela Pastikan Hoax!

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Sejak Senin (14/9/2020) malam, masyarakat di Kabupaten Pangandaran diresahkan dengan beredarnya pesan berantai kegiatan razia masker dan kerumunan oleh Ibu Bupati dan Satpol PP pada malam hari.

Pesan berantai itu beredar luas melalui pesan Whatsapp (WA) dan grup-grup media sosial, Senin (14/9/2020).

Keresahan tak lain karena di dalam pesan itu mencantumkan bagi anak-anak dan warga yang terjaring akan langsung diangkut ke mobil dan dikarantina.

Isi pesan berantai yang bikin heboh itu adalah sebagai berikut:

Assalamualaikum wr wb.
Bp ibu mohon untuk memberitahukan kepada putra putrinya mulai nanti malam dilarang berkeliaran diluar rumah atau berkerumun ditempat2 keramaian karena Ibu Bupati bersama satpol PP dan Satgas Covid 19 akan Razia keliling dg membawa mobil GDS/ Gerakan Disiplin Siswa. bagi yg terjaring akan diangkut di mobil untuk dikarantina, wali murid dan gurunya akan dipanggil juga, Razia masker bagi yg tidak memakai masker disuruh menyemprot lingkungan radius 1000 meter . Mohon untuk di Share di Paguyuban hari ini juga. Terima kasih. Wassalamu’alaikum wr.wb

Baca juga:  Pembangunan Infrastruktur Jalan di Pangandaran Ditargetkan Selesai 100 Persen Pada 2020

Sejumlah penerima pesan WA itu mengaku juga bertanya-tanya. Meski sebagian menyangsikan, namun tak sedikit yang ikut bingung juga.

Menyikapi beredarnya pesan WA itu, Ketua TP PKK dan Isteri Bupati Pangandaran Ida Nurlaela Jeje Wiradinata menegaskan bahwa kabar itu adalah hoax belaka.

Dirinya mengimbau masyarakat tidak perlu mempercayai pesan berantai soal razia masker dan yang melanggar diangkut mobil itu.

“Jangan percaya kabar hoax dan pesan berantai dari WA ke WA itu. Kami pastikan itu hoax,” papar Ida Nurlaela, Selasa (15/9/2020).

Ida meminta masyarakat tidak perlu takut atau resah. Pemerintah tidak akan melakukan razia dengan sanksi sampai diangkut mobil dan dikarantina.

Namun Dirinya sangat berharap masyarakat senantiasa mematuhi protokol kesehatan.

“Ketaatan protokol kesehatan dan pakai masker itu bukan untuk pemerintah, tapi untuk kebaikan kita bersama. Agar penyebaran covid-19 segera mereda,” ujarnya.

Ida juga menegaskan bahwa kegiatan razia masker memang digelar oleh Satpol PP sebagai upaya mencegah penyebaran virus Covid-19. Tapi tidak malam hari sampai keliling desa, akan tetapi titik kegiatannya dilakukan sporadis.

Baca juga:  Ditengah Pandemi Covid-19, Destinasi Wisata di Pangandaran Dibuka Untuk Umum

“Seperti polisi melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor. Nggak mungkin lah kita razia masker malam hari apalagi sampai keliling desa,” lanjutnya.***