PANGANDARAN, SPC – Di bawah rindangnya pepohonan Desa Cikembulan, deru mesin patroli Polsek Sidamulih kerap memecah kesunyian. Namun, di balik seragam dinas yang kaku dan tanggung jawab menjaga ketertiban, tersimpan suara bariton yang akrab dengan tangga nada. Ia adalah Bripka Febrian Taruna Permana, seorang Bhabinkamtibmas yang memilih musik sebagai “jembatan” untuk mengetuk hati warga.

​Febrian bukan sekadar polisi yang sesekali bernyanyi. Sejak 2016, ia adalah motor utama sekaligus vokalis dari Embun Pagi, sebuah band lokal Pangandaran yang lahir dari interaksi organik di akar rumput. Uniknya, band ini terbentuk justru saat Febrian sedang melakukan kegiatan sambang desa—tugas rutin kepolisian untuk mendengarkan keluh kesah warga.

​”Awalnya diajak warga saat sedang di desa binaan. Dari obrolan santai, ternyata ada frekuensi yang sama di musik. Akhirnya kami bentuk band dan jalan sampai sekarang,” kenang Febrian saat ditemui di sela kesibukannya.

​Bagi pria yang bertugas di bawah komando Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari ini, musik bukan pelarian dari tugas negara. Sebaliknya, panggung adalah ruang dialog yang lebih cair. Di atas podium musik, sekat antara aparat dan rakyat luruh. Sambil mendendangkan lagu, ia menyerap aspirasi, menerima kritik, hingga menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan cara yang lebih diterima.

​Meski sudah terbiasa menghadapi ribuan mata—termasuk saat berbagi panggung dengan grup rock legendaris Pas Band dalam ajang ulang tahun HDCI—Febrian mengaku tetap merasa “setruman” gugup. Namun, kadar ketegangannya berbeda.

​”Jujur, lebih menegangkan saat memakai seragam polisi. Ada beban tanggung jawab dan amanah negara di sana. Kalau di panggung musik, gugupnya lebih bisa dikontrol karena itu penyaluran hobi,” tuturnya sembari tersenyum.

​Eksistensi Febrian membuktikan bahwa profesionalisme anggota Polri tidak harus membunuh sisi kreatif individu. Ia menjadi antitesis dari citra polisi yang kaku. Melalui nada-nada yang ia lantunkan bersama Embun Pagi, Febrian tidak hanya memberikan rasa aman, tapi juga rasa nyaman bagi warga Pangandaran.

​”Jangan takut berkarya. Hobi jika disalurkan secara positif bukan hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tapi bisa menjadi alat untuk mendekatkan diri dan melayani masyarakat dengan hati,” pungkasnya.