Harga Ikan Mas dan Mujair di Pangandaran Melonjak Saat Ramadan, Warga Siasati dengan Membeli ke Pemancing
PANGANDARAN, SPC – Memasuki pertengahan bulan Ramadan 2026, masyarakat di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengeluhkan kenaikan harga ikan air tawar yang cukup signifikan. Lonjakan harga ini terutama terjadi pada jenis ikan mas dan mujair yang menjadi konsumsi favorit warga selama bulan puasa.
Kenaikan tersebut terpantau merata di sejumlah pasar tradisional, salah satunya di wilayah Kecamatan Padaherang.
Harga Ikan Mas Tembus Rp 55 Ribu
Seorang pedagang ikan di Padaherang, Emah (46), mengungkapkan bahwa tren kenaikan harga ini sebenarnya sudah mulai terasa sejak awal tahun baru. Namun, harga terus merangkak naik hingga mencapai puncaknya pada pertengahan Ramadan ini.
Saat ini, harga ikan mujair di tingkat pedagang telah mencapai Rp 40.000 per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp 30.000 per kilogram. Sementara itu, kenaikan yang lebih tajam terjadi pada ikan mas yang kini menyentuh harga Rp 55.000 per kilogram, padahal sebelumnya masih berada di kisaran Rp 35.000 per kilogram.
Warga Beralih Mencari Ikan Hasil Pancingan
Kondisi ini memaksa warga untuk mencari alternatif demi mendapatkan harga yang lebih terjangkau. Banyak masyarakat yang kini lebih memilih membeli ikan langsung dari para pemancing lokal daripada membeli di pasar atau pedagang keliling.
Mardiana (31), warga Desa Sindangwangi, mengaku sering mendatangi pemancing karena perbedaan harganya yang sangat mencolok. Menurutnya, harga ikan mas dari tangan pertama (pemancing) hanya sekitar Rp 25.000 per kilogram, sedangkan untuk ikan mujair berkisar Rp 20.000 per kilogram.
Alasan Perbedaan Harga
Harga dari pemancing jauh lebih murah karena para penyalur hobi ini umumnya tidak mengambil margin keuntungan yang besar. Bagi para pemancing, hal yang terpenting adalah hasil tangkapan mereka laku terjual dan hobi memancing tetap dapat tersalurkan.
”Kan yang penting ikan hasil mancingnya laku. Hobi memancingnya juga tersalurkan,” ujar Mardiana.
Situasi ini diprediksi akan terus berlangsung hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri seiring dengan tingginya permintaan kebutuhan pangan di masyarakat.



