Bicara Signifikans Kebebasan Menyampaikan Pendapat, Bivitri Susanti: Seakan-akan Ruang Demokrasi Lagi Dikunci
SEPUTARPANGANDARAN.COM, JAKARTA – Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti mengingatkan tentang pentingnya kebebasan menyampaikan pendapat. Dia menilai pada waktu ini ruang demokrasi seakan-akan sedang dikunci.
Menurut Bivitri, berdasarkan Economist Intelligence Unit (EIU), indeks demokrasi dapat dilihat dari kebebasan berpendapat warga negaranya.
“Kita akan bisa saja melihat, pilpres yang rutin itu belaka satu kategori, tapi di tempat bawahnya yang digunakan bikin Indonesia jeblok jadi flawed democracy atau demokrasi yang mana cacat, adalah ketika tidaklah ada civil liberty,” kata Bivitri di acara pengumuman manifesto kebangsaan bertajuk ‘Menjaga Api Demokrasi Tetap Menyala’ dalam iNews Tower, DKI Jakarta Pusat, Kamis (8/2/2024).
Kebebasan sipil itu, kata Bivitri, dapat dilihat dari terbuka luasnya ruang partisipasi secara formal di pembentukan undang-undang. Jika ruang yang disebutkan tertutup, maka demonstrasi merupakan jalan menyampaikan aspirasi.
“Apa yang mana bisa jadi dilaksanakan warga sipil? Karena kita rakyat sipil, tangan kita adalah para perwakilan kita (DPR). Kalau ruangnya tertutup, apa yang digunakan akan dilakukan? Bersuara di area luar, bisa jadi demonstrasi, bisa saja di area medsos, melalui tulisan-tulisan,” ujarnya.
Namun, Bivitri mengamati bahwa demonstrasi pun tiada lagi bisa saja diadakan sebagai bentuk kebebasan berpendapat. Sebab, tidak ada sedikit dari massa aksi yang tersebut kehilangan nyawa serta menjadi korban pengeroyokan oknum aparat. Hal tersebut, kata Bivitri, menjadi bukti bahwa sulitnya ruang demokrasi di dalam Indonesia beberapa tahun ke belakang.
“Waktu revisi Undang-undang KPK, demontrasi ‘Reformasi Dikorupsi’ maupun demontrasi ‘Cipta Kerja’, itu ribuan siswa yang tersebut ditangkap, lalu diperlakukan semena-mena di penangkapan itu. Dan jangan lupa, ‘Reformasi Dikorupsi’ ada lima orang meninggal dunia, peserta didik juga pelajar. Jadi saya ingin bilang bahwa, seakan-akan ruang demokrasi itu sendiri sekarang lagi dikunci,” ujarnya.
Sumber Sindonews



