SEPUTARPANGANDARAN.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran melalui Bidang Damkar melakukan kegiatan bersih-bersih sekaligus penyemprotan disinfektan di bangunan yang akan digunakan untuk tempat isolasi pasien positif Covid-19, Minggu (27/12/2020)

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, bangunan tersebut disiapkan untuk tempat isolasi bagi warga yang terpapar Covid-19 karena ruang isolasi yang tersedia sudah penuh.

Jeje menjelaskan, lokasinya dibekas gedung sekolah yang sudah tidak digunakan kegiatan belajar mengajar. Tepatnya di sebelah barat Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga.

“Ya jumlah kasus sudah mencapai 30 orang, semuanya OTG lagi. Ruang isolasi di komplek Rumah Sakit Pandega sudah penuh,” kata Jeje.

Jeje pun menyampaikan, sedang berupaya menambah alat rapid test antigen untuk persediaan liburan natal dan tahun baru.

“Kita siapkan 600 rapid test antigen. Namun kita sedang upayakan sekitar 6.000 lagi. Cuma memang untuk tenaga medis masih terbatas,” ujarnya.

Sementara Kepala UPTD Labkesda Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Aang Saefulrahmat mengatakan, selama pemeriksaan rapid test antigen di pintu masuk obyek wisata pantai Pangandaran hingga saat ini belum ditemukan pengunjung wisata yang positif Covid-19.

Hanya saja menurut Aang, berdasarkan laporan dari obyek wisata pantai Batu Karas Cijulang, dari hasil Rapid anti body ada satu wisatawan asal Tasikmalaya yang reaktif.

“Tapi belum tentu itu positif Covid-19. Hanya kita sarankan untuk memeriksakan kesehatan nya di daerah nya masing-masing,” ujar Aang.

Kata Aang, Rapid Antigen bantuan dari BNPB disalurkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang kemudian disalurkan ke daerah termasuk ke Pangandaran.

Rapid test antigen kita gunakan untuk pengambilan sampling bagi wisatawan, warga dan pelaku usaha wisata di Pangandaran,” pungkasnya.***